Lokasi: Berita >>
4 Jalur Mandiri UPN Veteran Jatim 2026 dan Jadwalnya
Berita941 Dilihat
RingkasanUPN "Veteran" Jawa Timur membuka tiga jalur seleksi mandiri untuk calon mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, yakni Jalur Mandiri Reguler, Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor), dan Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT). Jalur Mandiri Reguler diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026 dengan kewajiban membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UPN-Veteran-Jawa-Timur-atau-UPN-Veteran-Jatim.jpg)
UPN "Veteran" Jawa Timur membuka tiga jalur seleksi mandiri untuk calon mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, yakni Jalur Mandiri Reguler, Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor), dan Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT). Jalur Mandiri Reguler diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026 dengan kewajiban membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor) ditujukan bagi siswa SMA/MA/SMK yang memiliki prestasi akademik berdasarkan nilai rapor dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh UPN "Veteran" Jatim. Sementara itu, Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT) diperuntukkan bagi siswa SMA/MA/SMK sejenis yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh UPN "Veteran" Jawa Timur berdasarkan hasil tes komputer.
Ketiga jalur seleksi ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih metode penerimaan yang sesuai dengan kemampuan dan latar belakang akademik mereka. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan jadwal pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi UPN "Veteran" Jawa Timur.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/0319amnqq.html
Artikel Terkait
Amanda Manopo Caesar, Kenny Austin Buka Suara
BeritaKenny mengungkapkan Amanda telah memilih metode persalinan caesar untuk menyambut kelahiran anak pertama mereka. Keputusan itu diambil Amanda karena ia merasa lebih nyaman dengan metode tersebut, dan Kenny menegaskan dukungan penuhnya terhadap pilihan sang istri....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPanduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
BeritaFaktor pemakaian, kondisi jalan, dan beban muatan membuat tapak ban kendaraan cepat aus sehingga ban secara berkala harus dirotasi. Hal ini berlaku untuk mobil front wheel drive (FWD) maupun rear wheel drive (RWD)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPanduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
BeritaFaktor pemakaian, kondisi jalan, dan beban muatan membuat tapak ban kendaraan cepat aus sehingga ban secara berkala harus dirotasi. Hal ini berlaku untuk mobil front wheel drive (FWD) maupun rear wheel drive (RWD)....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Napoli Ikuti Jejak AC Milan, Tunda Amankan Tiket Liga Champions
- Deus Touring Bali Satukan Ide Kreatif Berserakan
- Deus Touring Bali Satukan Ide Kreatif Berserakan
- Toyota Setop Produksi Veloz Bensin Sejak Februari 2026
- Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
- Insentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
Artikel Terbaru
Calvin Dores Jual Mata demi Masa Depan Anak
Honda Patenkan Teknologi Motor Trail Listrik Baru
Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
Kuasa Hukum Sebut Itikad Insanul Fahmi di Kasus Mawa
PEVS 2026 Siap Tampilkan Teknologi EV dan Kendaraan Masa Depan
Tautan Sahabat
- Anak Muda 19-34 Tahun Terjerat Pinjol, Diminta Rutin Investasi
- OJK Imbau Investor Tenang Jelang Rebalancing MSCI Besok
- Medan dan Pekanbaru Gelap, Warga Pakai Penerangan Darurat
- Rupiah Menguat ke Rp 17.653, Bangkit dari Tekanan
- Indonesia Ekspor 500 Ribu Ton Beras, Malaysia Minta Rp16.000
- Jakarta Candle Ekspor Lilin Limbah Sawit Berkat KUR BRI
- BYD Tanggapi Potensi Kenaikan Harga Imbas Rupiah Turun
- Dolar AS Menguat, Masyarakat Desa Paling Terdampak
- Pegadaian Raup Laba Rp4,38 Triliun, Melonjak 87 Persen
- Rupiah Ambles ke Rp17.528 per Dolar AS akibat Kekhawatiran Perang