Lokasi: Hikmah >>

Rini Bawa Bawang Goreng Desa Tembus Pasar Global

Hikmah237 Dilihat

RingkasanSeorang perempuan bernama Hartinah (50) tampak cekatan mengiris bawang merah satu per satu menjadi halus siap digoreng di usaha milik Sulistyo Rini (37) yang berlokasi di Dusun III, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol. Meski mata terasa perih, Hartinah tetap bertahan menunjukkan ketangguhan perempuan yang memilih tetap berdaya di usia senja....

Rini Bawa Bawang Goreng Desa Tembus Pasar Global

Seorang perempuan bernama Hartinah (50) tampak cekatan mengiris bawang merah satu per satu menjadi halus siap digoreng di usaha milik Sulistyo Rini (37) yang berlokasi di Dusun III, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol. Meski mata terasa perih, Hartinah tetap bertahan menunjukkan ketangguhan perempuan yang memilih tetap berdaya di usia senja. Sudah lima tahun terakhir, Hartinah bekerja di usaha rumahan tersebut dan merasakan langsung manfaat ekonomi dari keberadaan bisnis tersebut.

Setelah diiris, pekerjaan diambil alih oleh Ibu Eko (46) yang menggoreng bawang merah yang telah dibumbui garam di wajan besar berisi minyak mendidih. Ia sesekali mengaduk untuk memastikan tidak ada yang gosong, pekerjaan yang sudah dijalaninya selama sekitar empat tahun di Putri Mangu. Ibu Eko awalnya berjualan di pasar, namun karena sepi, kini beralih profesi menjadi juru goreng bawang dan sama seperti Hartinah, ia juga memetik berkah dari usaha milik Rini.

Kisah Rini bermula dari niat mulianya membantu perekonomian keluarga dengan merantau ke Ibu Kota menjadi Asisten Rumah Tangga (ART), sementara sang suami berjualan sayur di kampung sambil merawat buah hati yang disabilitas. Pada 2014, Rini memutuskan pulang karena khawatir dengan perkembangan anaknya yang mulai masuk usia sekolah dan membutuhkan perhatian khusus. Sambil merawat anaknya, Rini memulai usaha kecil-kecilan dengan memanfaatkan kamar berukuran 2x3 meter sebagai saksi bisu perjuangannya memperbaiki nasib. Setiap malam, ia memulai pekerjaan mengiris bawang merah, sering kali rasa kantuk menyerang hingga memaksanya memejamkan mata sebentar, lalu pada pukul 03.00 WIB kembali melanjutkan aktivitas menggoreng bawang merah tanpa melupakan urusan rumah tangga seperti memasak dan mengantar anak sekolah.

Tags:

Artikel Terkait