Lokasi: Kuliner >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Kuliner16 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/z5jqoimz5.html
Artikel Terkait
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
KulinerPelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni mengumumkan pengawasan ketat terhadap pelaku perjalanan dari Amerika Selatan, terutama Argentina, menyusul kasus penyebaran Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Kapal MV Hondius. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Bakom RI, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026)....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaAmmar Zoni Dikawal Dua Kubu Pengacara ke Nusakambangan
KulinerDualisme kuasa hukum mewarnai kasus Ammar Zoni setelah publik dihadapkan pada dua kubu pengacara yang mengklaim mendampingi aktor tersebut. Kubu pertama adalah Jon Mathias, kuasa hukum yang menangani perkara selama persidangan....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaCalvin Dores Jual Mata Demi Masa Depan Anak
KulinerCalvin mengaku nekat ingin menjual bola matanya demi masa depan keluarga. Ia menyebut kebutuhan uang untuk istri dan anak-anaknya menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut di Indonesia....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Ahmad Dhani Sebut Laporan Lita Gading Naik Sidik
- Raffi Ahmad Borong 100 Kambing Kurban dari Fadil Jaidi
- Fiersa Besari Cuma Minta Snack dan Buah untuk Rider Konser
- Ammar Zoni Kembali ke Nusakambangan, Aditya Zoni Bicara Asmara
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Maia Estianty Bahagia Jadi Nenek Usai Putri Al Ghazali Lahir
Artikel Terbaru
Frislly Herlind Kesurupan di Danau Terkutuk Korea Selatan
Pinkan Mambo Ratusan Kali Minta Cerai, Akhirnya Balikan
Sammy Simorangkir Gelar Konser 20 Tahun Karier Penuh Haru
Maia Estianty Bahagia Jadi Nenek Usai Putri Al Ghazali Lahir
Harta Teddy Indra Wijaya Tembus Rp20 Miliar
Inul Daratista Murka Dituding Oplas Hidung
Tautan Sahabat
- Waspada Cuaca Ekstrem: Jatim Hujan Sangat Lebat Besok
- Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
- Polisi Ungkap Cekcok di Kamar Sebelum Pembunuhan di Kebumen
- SMAN 1 Sambas Juara Cerdas Cermat 4 Pilar MPR
- MPR Evaluasi Sistem Penjurian Lomba Empat Pilar Kalbar
- Peringatan Dini Hujan: Jawa Barat Waspada, Maluku Siaga
- Robert Kardinal Yakin Papua Jadi Lumbung Tuna Nasional
- Ayah Pengangguran di Padang Aniaya Bayi 2 Tahun
- Pimpinan Ponpes Ponorogo Tersangka Cabuli 11 Santri
- Dosen UNU Blitar Lecehkan Belasan Mahasiswi