Lokasi: Hikmah >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Hikmah53313 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi. Khusus untuk program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftaran sebesar Rp750 ribu.
Persyaratan utama mencakup keaktifan sebagai pengurus inti atau anggota dewan ambalan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah. Tata cara pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir daring, mengunggah dokumen pendukung, dan melakukan pembayaran sesuai program studi yang dipilih. Jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 telah ditetapkan dengan tahapan verifikasi berkas dan pengumuman hasil.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tata cara, dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui portal resmi Unesa. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan dokumen seperti rapor, sertifikat prestasi, dan surat rekomendasi sekolah sebelum mendaftar. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi di bidang organisasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ylbcetreq.html
Artikel Terkait
DPR Dorong Perizinan Sederhana Percepat Realisasi Investasi
HikmahPuteri menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan tenaga kerja dan sektor swasta untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi serta iklim investasi yang kondusif. "Kalau dari sektor industri kebutuhannya ada dua, bagaimana pemerintah itu menyeimbangkan kepentingan tenaga kerja atau buruh dan juga kepentingan sektor swasta atau perusahaannya sebagai penyedia lapangan pekerjaannya," kata Puteri pada Selasa (19/5/2026)....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaBYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
HikmahPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang akan mulai diterapkan pada Juni 2026. "Saya belum bisa memberi tanggapan karena belum ada informasi resmi terkait hal tersebut," kata Luther saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026)....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaGeely Siap Luncurkan SUV Bensin Baru di Indonesia
HikmahPersaingan pasar otomotif nasional diperkirakan semakin ketat dengan segera bertambahnya kendaraan internal combustion engine (ICE) dari brand China yang masuk ke pasar. Sejak memasuki pasar Indonesia awal 2025, Geely berhasil meraup penjualan sebanyak 4....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
- Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
- Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
- Pertemuan Ekraf dengan Aktor Tokyo Drift Gaet Pasar Global
- Ammar Zoni Dikawal Dua Kubu Pengacara ke Nusakambangan
- Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
Artikel Terbaru
Oknum TNI Tembak Rekan TNI Saat Berjoget
Periklindo Desak Insentif EV Diperluas ke Kendaraan Niaga
BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
PEVS 2026 Siap Tampilkan Teknologi EV dan Kendaraan Masa Depan
Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
Tautan Sahabat
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes