Lokasi: Berita >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Berita129 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ws3xt99hr.html
Artikel Terkait
Petani Tiongkok Stroke saat Berjualan, Warga Borong 4 Ton Apel
BeritaPetani asal Kabupaten Yangxian, Provinsi Shaanxi, bernama Ji Yaozhong (44), mengalami kecelakaan saat mengendarai truk berisi ribuan kilogram apel menuju Kabupaten Xianfeng, Provinsi Hubei pada 2 Mei lalu. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Pengobatan Tradisional dan berhasil selamat, namun harus menjalani rehabilitasi jangka panjang....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPolda Metro Tangkap Empat WNA dan Satu WNI Pengedar Narkotika
BeritaKepolisian mengamankan empat warga negara asing asal China serta satu warga negara Indonesia dalam operasi pengungkapan kasus narkotika di dua lokasi berbeda. Kelima tersangka yang diamankan masing-masing berinisial GY (40), LY (38), LZ (40), YJ (43), dan A (47)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaBos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Karyawan Tewas
BeritaJaksa mengungkapkan 22 karyawan meninggal dunia dalam kebakaran yang terjadi pada 9 Desember 2025 pukul 12. 17 WIB di sebuah gedung tujuh lantai....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Persib Bandung Kena Denda Rp 3,5 Miliar dan Sanksi AFC
- Polda Metro Tangkap Empat WNA dan Satu WNI Pengedar Narkotika
- Polda Metro Tangkap Empat WNA dan Satu WNI Pengedar Narkotika
- Polda Metro Tangkap 8 Begal, 5 Pelaku Masih Diburu
- Trump Spam 20 Konten AI Serang Musuh Termasuk Iran
- Ayah di Tambun Cabuli Anak, Modus Edukasi Seksual
Artikel Terbaru
Cavaliers Hajar Pistons, Lolos ke Final Wilayah Timur
Pramono Anung Kaget Antusias Warga Uji Coba CFD
Polri Target 1.500 SPPG, Ditpolairud Jaga Pasokan Pangan
Polisi Gerebek 28 Lokasi di Depok, Ringkus 41 Pengedar
Omar Daniel Bangga Jadi Tulang Punggung Keluarga
SMAN 112 Jakarta Perkuat Mitigasi Dua Tahun Pascakebakaran
Tautan Sahabat
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan