Lokasi: Berita >>
BCA Finance Peduli 2026 Dibuka untuk Mahasiswa D4/S1
Berita3 Dilihat
RingkasanProgram Beasiswa BCA Finance 2026 resmi dibuka bagi mahasiswa aktif semester 5 hingga maksimal semester 8 yang membutuhkan dukungan biaya kuliah sekaligus persiapan memasuki dunia kerja. Melalui program tersebut, penerima beasiswa akan memperoleh bantuan dana pendidikan sebesar Rp3....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BEASISWA-BCA-FINANCE-2026-345W1RWEREW.jpg)
Program Beasiswa BCA Finance 2026 resmi dibuka bagi mahasiswa aktif semester 5 hingga maksimal semester 8 yang membutuhkan dukungan biaya kuliah sekaligus persiapan memasuki dunia kerja. Melalui program tersebut, penerima beasiswa akan memperoleh bantuan dana pendidikan sebesar Rp3.500.000 per semester. Tidak hanya itu, mahasiswa penerima beasiswa di semester 8 juga akan mendapatkan pelatihan dan pembekalan karier sebagai bekal menghadapi dunia profesional.
Dikutip dari laman resmi, pendaftaran program ini terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Persyaratan utama meliputi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00, surat rekomendasi dari dosen, dan surat keterangan aktif kuliah. Calon pendaftar juga harus melengkapi berkas seperti fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), transkrip nilai, serta esai tentang motivasi dan rencana karier.
Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan resmi yang disediakan di situs BCA Finance. Batas akhir pengiriman berkas adalah pada tanggal 31 Maret 2026. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan link pendaftaran dapat diakses langsung di laman resmi program Beasiswa BCA Finance 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/w7fkh1dad.html
Artikel Terkait
Duel Al Nassr vs Damac Tinggal 2 Hari, Wasit Belum Ada
BeritaPertandingan Damac melawan lawannya yang akan digelar dalam dua hari belum memiliki wasit resmi karena Damac mengajukan protes keras terhadap penunjukan awal tim pengadil. Jurnalis Dabas Al Dosari melaporkan di akun X bahwa operator liga awalnya menunjuk Faisal Al-Balawi, Shukri Al Hanfoush, Majed Al Shamrani, dan Sultan Al Harbi sebagai tim pengadil, namun Damac tidak puas dan meminta pergantian personel....
【Berita】
Baca SelengkapnyaCelios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis ke Prabowo
BeritaPelemahan rupiah yang masih berlanjut di atas Rp17. 600 per dolar AS memicu kritik tajam dari Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira....
【Berita】
Baca SelengkapnyaRupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
BeritaNilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (19/5/2026) siang pukul 13. 00 WIB melemah ke level Rp 17....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Dendam Pemicu, Pelaku Pembakar Mobil Kades Hoho Ditangkap
- Pelemahan Rupiah Dorong Swasembada Pangan dan Energi
- Strategi Jakarta Candle Naik Kelas Lewat Inkubasi BRI
- Ibu Sunarsih Raih Sukses Katering Berkat Modal KUR BRI
- Kunci Gitar Breathless Krisdayanti: Cara Kau Membuatku Tak Bernapas
- Under Invoicing Sebabkan Kebocoran Fiskal, Akademisi Minta Badan Ekspor Baru Lindungi Negara
Artikel Terbaru
Brasil di Piala Dunia 2026: Dilema Romantisme Neymar
Kaesang dan Akbar Himawan Dukung Reynaldo Bryan Maju Ketum HIPMI
GMFI Target Pendapatan Rp9,5 Triliun dan Laba Rp617,7 M di 2026
Trading Smartphone Jadi Tren Baru di Asia Tenggara
Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
Pemerintah Kumpulkan Raksasa Sawit-Nikel Bahas Danantara
Tautan Sahabat
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil