Lokasi: Teknologi >>
SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna
Teknologi59 Dilihat
RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Islam-Terpadu-SIT-Darul-Abidin-menggelar-International-Scratch-Day-2026.jpg)
International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.
Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/uitipsbq1.html
Artikel Terkait
Wardatina Mawa Bersyukur Setelah Berpisah dari Insanul Fahmi
TeknologiWardatina Mawa mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Insanul, pada Februari 2026 setelah rumah tangga keduanya terancam kandas akibat dugaan perselingkuhan dengan seorang selebgram. Mawa, sapaan akrabnya, melaporkan Insanul ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan dengan membawa bukti rekaman CCTV di rumah Inara yang ia kantongi....
Baca SelengkapnyaJepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
TeknologiKepulauan Senkaku yang dipersengketakan menjadi salah satu contoh sengketa wilayah yang dimanfaatkan dalam propaganda pro-China. Menurut para pengamat, perkembangan AI membuat operasi propaganda pada masa depan semakin sulit dikenali masyarakat umum....
Baca SelengkapnyaSony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya
TeknologiSony meluncurkan Xperia 1 VIII dengan berbagai peningkatan signifikan pada sektor kamera, audio, desain, dan performa. Pabrikan asal Jepang ini memperkenalkan teknologi baru bernama AI Camera Assistant yang didukung Xperia Intelligence....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Petkovic Bawa Aljazair ke Piala Dunia 2026
- Jepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
- Tim Cook Pastikan Ikut Kunjungan Trump ke China
- Spotify Luncurkan Party of the Years di Ultah ke-20
- Terjemahan Lirik Ora Urus Toton Caribo Viral di TikTok
- Wamena Resmi Operasi, Kapasitas Internet Tembus 40 Gbps
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
- Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan