Lokasi: Properti >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Properti5339 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/tzzub5bk2.html
Artikel Terkait
Neymar Masuk Skuad Sementara Brasil Piala Dunia 2026
PropertiNeymar Jr dikonfirmasi masuk dalam skuad sementara Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026, berdasarkan cuitan dari akun X Fabrizio Romano. Keputusan akhir apakah penyerang berusia 34 tahun itu akan dibawa ke turnamen di Amerika Utara baru akan diambil pekan depan oleh pelatih Carlo Ancelotti....
【Properti】
Baca SelengkapnyaAS Siapkan Operasi Sledgehammer, Ancaman Perang Iran Menguat
PropertiPentagon mempertimbangkan penggunaan nama "Operation Sledgehammer" sebagai pengganti "Operation Epic Fury" jika Presiden Donald Trump memutuskan melanjutkan operasi tempur besar terhadap Teheran, menurut laporan NBC News yang mengutip pejabat Gedung Putih. Perubahan nama operasi tersebut dinilai bukan sekadar simbolis, tetapi juga memiliki implikasi politik dan hukum yang signifikan....
【Properti】
Baca Selengkapnya6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
PropertiPada 16 Mei 1966, pemimpin Partai Komunis China, Mao Zedong, memulai kampanye besar-besaran untuk membersihkan negara dari pengaruh kapitalisme dan cara berpikir borjuis, sekaligus menyingkirkan para rival politiknya. Selama kampanye tersebut, para pendukung Mao menghancurkan warisan budaya serta memimpin interogasi, penghinaan, dan pemukulan terhadap guru, kaum intelektual, dan pihak-pihak yang dianggap musuh negara....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Digiland Run 2026 Hadirkan Half Marathon 21K Ramah Lingkungan
- PM Jepang Bantah Terlibat Video Serangan Politik
- Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
- Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
- Trump Tunda Serang Iran Atas Permintaan Qatar, Saudi, UEA
- Kecelakaan Kereta Barang Vs Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
Artikel Terbaru
Megawati Bikin Followers Instagram Hyundai Hillstate Melonjak
Harga Minyak Melonjak Usai Serangan Drone di UEA
PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
Diaspora Indonesia Meriahkan Fukuyama Rose Festival Raih Pujian
Apple Berlakukan Aturan Baru untuk Aplikasi Judi Brasil
Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
Tautan Sahabat
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Fluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Pemanfaatan AI pada MRI Bantu Dokter Petakan Penyakit Kompleks
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar