Lokasi: Gaya Hidup >>
SMA Al Hikmah IIBS Batu Resmi Jadi Sekolah IB Internasional
Gaya Hidup864 Dilihat
RingkasanSekolah berbasis pesantren resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SMA-Al-Hikmah-International-Islamic-Boarding-School-IIBS-3.jpg)
Sekolah berbasis pesantren resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global. Jaringan ini dikenal luas memiliki standar akademik ketat, pendekatan belajar berbasis penyelidikan (inquiry-based learning), serta fokus pada kesiapan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
"Menjadi sekolah IB bukan sekadar mengejar pengakuan internasional. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, berwawasan global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam," ujar Ahmad Fais dalam keterangannya. Ia menambahkan, langkah besar ini diharapkan membuka karpet merah bagi para siswa untuk mengakses perguruan tinggi top, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari itu, kurikulum IB dipercaya bakal memperkuat ekosistem belajar yang memicu kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, hingga kepedulian sosial tinggi pada diri siswa. Status baru ini mempertegas komitmen sekolah dalam menyiapkan generasi unggul berdaya saing global.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/tcqszpmab.html
Artikel Terkait
Atap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
Gaya HidupCipto Waluyo melaporkan atap ruang kelas 7 di sekolahnya roboh pada Selasa (12/5/2026) pukul 07. 30 WIB saat siswa mengikuti pelajaran Bahasa Inggris....
Baca SelengkapnyaSekuriti Cabuli ART di Rumah Bupati Konsel Saat Jaga
Gaya HidupSepanjang 2025, Komnas Perempuan mencatat 376. 529 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan kekerasan seksual mendominasi 37,51 persen atau sekitar 22....
Baca SelengkapnyaPolisi Ungkap Cekcok di Kamar Sebelum Pembunuhan di Kebumen
Gaya HidupKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat 58,75 persen kasus kekerasan menimpa korban di lingkungan rumah. Pada tahun 2025, Kementerian PPPA melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) mencatat lebih dari 25 ribu kasus dengan 26 ribu korban....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
- Rekaman TNI Tembak TNI di Palembang Viral
- Harga Oli Blora Naik, Pengusaha Tempe Blora Tertekan
- Polwan Maluku Digerebek, Propam Usut Dugaan Selingkuh
- Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
- Prakiraan Cuaca Cirebon 18 Mei 2026, Hujan Malam
Artikel Terbaru
Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
Prakiraan Cuaca Sumatra: Hujan Petir Hari Ini
Penjual Tempe di Pacitan Dirujuk Usai Disiram Air Keras
8 Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Diduga Dibunuh OPM
Wagub Erwan Ingatkan Bobotoh Larangan Masuk Lapangan
Anggota DPRD Jember Merokok Saat Rapat Disidang Gerindra
Tautan Sahabat
- Hukum Kurban dengan Kerbau dalam Islam, Ini Penjelasannya
- Daniel Johan Peringatkan PP Ekspor Satu Pintu Tak Jadi Rente
- Prabowo Siap Turunkan Pajak Sementara untuk Pengusaha Terdampak
- Ramalan Weton Sabtu Kliwon 23 Mei 2026: Rezeki & Jodoh
- Menteri UMKM Salut SMAN 1 Pontianak soal Polemik LCC
- 5 Alasan Memilih Bimbingan Konseling, Prospek Kerja Luas
- Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel, Kapal GSF Hilang
- Anggota Gerindra Usul 1.000 Bioskop Desa Lawan Monopoli Film
- BNN Tangkap Prajurit TNI, Ungkap 29 Kg Sabu Aceh-Bogor
- Pertamina Maknai Harkitnas dengan Kemandirian Energi