Lokasi: Gaya Hidup >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi S2-S3 di BIB 2026
Gaya Hidup3441 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag,Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ia menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/t57ftcml9.html
Artikel Terkait
IBC Sebut Mobil Nasional Wujud Hilirisasi EV End to End
Gaya HidupWacana pengembangan mobil nasional (mobnas) listrik kembali menguat seiring dorongan pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dalam skema tersebut, industri baterai menjadi salah satu fondasi utama, termasuk ekosistem yang tengah dikembangkan Indonesia Battery Corporation (IBC)....
Baca SelengkapnyaFluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
Gaya HidupPada pria, gangguan perkembangan saraf ini biasanya didiagnosis sejak masa kanak-kanak, tetapi pada wanita sering kali jauh lebih terlambat atau bahkan tidak terdiagnosis sama sekali. Salah satu alasannya adalah karena wanita lebih sering mengalami gejala kurang perhatian (inattentive), yang lebih sulit dikenali dibandingkan gejala hiperaktif....
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Gaya HidupWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Raffi Ahmad Biayai Pertemuan Ressa dan Aisha di Singapura
- Pemanfaatan AI pada MRI Bantu Dokter Petakan Penyakit Kompleks
Artikel Terbaru
Cristiano Ronaldo Tak Pantas Dipuja Meski Al Nassr Juara
Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Mahasiswi Makassar Disekap Pria Kenalan dari Medsos
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Tautan Sahabat
- Pelemahan Rupiah Dinilai Bisa Perkuat Industri Dalam Negeri
- Saham Ambles, Investor Ritel Merugi Berat
- Kelas Menengah Tinggalkan Amplop Fisik, Beralih ke Dompet Digital
- BTN Raup Laba Rp1,45 Triliun, Naik 43,8 Persen
- Pertamina Optimalkan Jalur Laut Jaga Pasokan BBM
- Celios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis ke Prabowo
- Prabowo Bentuk Badan Ekspor Nasional, Rupiah Kuat
- Double Decker Hunian Baru Solusi Lahan Sempit Jakarta
- Grab Hentikan Program Langganan Akses Hemat Mitra GrabBike
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS