Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Pendidikan6443 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/sl8ujfb82.html
Sebelumnya: Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Berikutnya: Ratu Sofya Akui Tak Nyaman Adegan Panas 'Dosa'
Artikel Terkait
Penjual Tempe di Pacitan Dirujuk Usai Disiram Air Keras
PendidikanEko Susanto mengalami luka serius di bagian mata, telinga, dan dada akibat aksi kekerasan di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Peristiwa itu terjadi saat korban hendak mengambil dagangan ke Pasar Ngadirojo....
Baca SelengkapnyaAhli Nadiem Bantah Tak Independen di Sidang Korupsi Chromebook
PendidikanRomli membantah keras pernyataan Jaksa Penuntut Umum yang menyebut keterangannya tidak independen karena memiliki hubungan keluarga dengan tim kuasa hukum Nadiem Makarim. Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026), Romli menegaskan kondisi tersebut tidak menimbulkan konflik kepentingan karena peraturan perundang-undangan tidak melarang hubungan keluarga antara ahli dan advokat....
Baca SelengkapnyaPemerintah Kecam Video Sujud Paksa, Berjuang Bebaskan WNI
PendidikanKementerian Luar Negeri RI kembali menegaskan komitmen pembebasan warga negara Indonesia sebagai prioritas utama pemerintah. Kemlu RI dalam pernyataannya menyatakan tindakan yang menimpa WNI tersebut tidak manusiawi dan jelas melanggar hukum humaniter serta hukum internasional....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jennifer Coppen Cemburu Lihat Kamari Dekat dengan Kekasih
- 9 WNI Bebas dari Israel, Menuju Istanbul dan Pulang
- 3 Juri Lomba 4 Pilar MPR Dinonaktifkan, Ini Profilnya
- Pimpinan DPR Soroti Derita Guru Akibat Implementasi Daerah
- John Herdman Bidik 5 Pemain Naturalisasi untuk Piala Asia 2027
- Pendaftaran Bintara TNI AU Gelombang II 2026 Dibuka
Artikel Terbaru
Arrowhead Stadium Disulap FIFA untuk Piala Dunia 2026
Demokrasi Sehat Butuh Partisipasi Bermakna Perempuan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Lulusan Fisika Nuklir
MC LCC Kalbar Minta Maaf Usai Ucap 'Mungkin Perasaan Adik-Adik'
Eza Gionino Akui Nasib Rumah Tangganya Menggantung
3 Amalan Utama di Bulan Dzulhijjah dan Keutamaannya
Tautan Sahabat
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- Indonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
- IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi Anak di Ruang AC
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati