Lokasi: Kuliner >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kuliner283 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/qfpp28ei3.html
Artikel Terkait
Megawati Disenggol Wilson, Hillstate Gebrak Liga Voli Korea
KulinerMegawati Hangestri Pertiwi atau Mega mengungkapkan dirinya siap membawa Hillstate meraih prestasi di kompetisi musim ini setelah resmi bergabung. Wilson, sapaan akrabnya, sadar dirinya akan diharapkan bisa membawa tim yang bermarkas di Daejeon itu bangkit....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaDick Advocaat: Pelatih Tertua Piala Dunia Timnas Curacao
KulinerPelatih sepak bola asal Belanda, Dick Advocaat, kembali menjadi sorotan di usia 78 tahun setelah memutuskan mundur dari jabatan pelatih pada Februari 2026 lalu karena kondisi kesehatan putrinya. Keputusan itu langsung disambut positif oleh pemain dan sponsor tim nasional Curacao yang menginginkan Advocaat kembali memimpin skuad menuju Piala Dunia....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaAl Nassr Gagal Juara, CR7 Tolak Medali dan Banting Papan
KulinerMegawati Hangestri Pertiwi mendapat sorotan tajam setelah bersikap 'pundung' dengan melewatkan momen pengalungan medali di ajang bergengsi tersebut. Sikap ini dinilai sebagai nilai negatif bagi pemain berusia 41 tahun itu, yang seharusnya menjadi contoh profesionalisme di lapangan....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Google-Meta Tingkatkan Kualitas Instagram di Android
- Casemiro Bisa Bertahan Lebih Lama di MU Jika Carrick Datang Lebih Awal
- Persis Solo Selamat dari Degradasi Berkat Regulasi Liga 1
- Carrick Dekati Status Manajer Tetap MU Usai Bawa ke UCL
- Chelsea vs Man City Imbang 0-0, Guardiola Minta Kartu Merah
- Mojang Priangan dan Akademi Persib Melaju ke All-Stars
Artikel Terbaru
Prediksi Sevilla vs Real Madrid, Laga Degradasi Los Nervionenses
Bruno Fernandes Kunci Kemenangan, Casemiro Berpisah di Old Trafford
Pemain Persib Selamat, Kini Bersiap Angkat Piala
Insiden Beckham Putra Dirubung Pemain Persija, Exco PSSI Angkat Bicara
Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya
Dua Peluang Juara Cristiano Ronaldo Lenyap dalam Lima Hari
Tautan Sahabat
- Kali Rawalumbu Bekasi Berubah Biru, DLH Lakukan Penyelidikan
- Polisi Ungkap Teror Pocong Tangsel Hanya Pengamen Cosplay
- Pemprov DKI dan Polda Integrasikan 50 Ribu CCTV Jakarta
- Dokter RS Semanggi Dilaporkan Diduga Malpraktik Ring Jantung
- Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KRL di Lenteng Agung
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Jalani Operasi Wajah
- Kebakaran Tewaskan 22 Orang, Bos Terra Drone Bantah Lalai
- Penumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
- KAI Operasikan 270 LRT Jabodebek per Hari, Tarif Rp10 Ribu
- Polisi Intai Markas Judol WNA di Hayam Wuruk Tanpa Identitas