Lokasi: Properti >>
Cara Daftar Aplikasi SPMB Sumut Berkah 2026
Properti45149 Dilihat
RingkasanPendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah Tahap I akan berlangsung pada 18-23 Mei 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 10-16 Juni 2026. Orang tua atau wali dapat mendampingi calon siswa baru untuk melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-SUMUT-2026-45W4EREWRWE.jpg)
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah Tahap I akan berlangsung pada 18-23 Mei 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 10-16 Juni 2026. Orang tua atau wali dapat mendampingi calon siswa baru untuk melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memilih berbagai jalur masuk sesuai jenjang SMA/SMK dan melihat persyaratan yang dibutuhkan.
Mengutip laman resmi Disdik Sumut, berikut tutorial melakukan pendaftaran melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah. Pertama, unduh dan buka aplikasi SPMB Sumut Berkah di ponsel, lalu pilih menu "Daftar" untuk membuat akun dengan mengisi data diri seperti nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga. Setelah akun terverifikasi, calon siswa dapat login dan memilih jalur pendaftaran yang tersedia, seperti jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, atau prestasi.
Selanjutnya, unggah dokumen persyaratan yang diminta, seperti scan Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Ijazah atau Surat Keterangan Lulus. Pastikan semua data terisi lengkap dan benar, kemudian klik "Kirim" untuk menyelesaikan pendaftaran. Sistem akan memberikan nomor pendaftaran sebagai bukti registrasi, dan pengumuman hasil seleksi dapat dipantau melalui aplikasi yang sama sesuai jadwal yang ditetapkan Disdik Sumut.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/q2ec9tw62.html
Artikel Terkait
Sindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
PropertiSindikat narkoba di Kampung Gang Langgar terkenal licin karena selalu lolos dari operasi aparat. Peredaran narkoba di sana dilakukan secara terorganisir dan terstruktur dengan melibatkan sniper atau pengawas yang menggunakan handy talky (HT)....
【Properti】
Baca SelengkapnyaPakar Sebut Prabowo Tak Paham Soal Investasi Desa
PropertiFerry Latuhihin melontarkan kritik tajam terhadap pemahaman ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam program Kompas Petang, Senin (18/5/2026). "Kalau menurut saya sih, Pak Presiden enggak mengerti ekonomi ya....
【Properti】
Baca Selengkapnya9 WNI Bebas dari Israel, Menuju Istanbul dan Pulang
PropertiSembilan WNI yang terdiri dari aktivis dan jurnalis ditangkap tentara Lima pada Senin (19/5/2026). Kementerian Luar Negeri memastikan para WNI yang ditahan kini telah meninggalkan wilayah tersebut....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Manchester United Untung Besar dari Transfer Napoli Rp899 Miliar
- Pendaftaran Bintara TNI AU Gelombang II 2026 Dibuka
- Profil Marsekal Budhi Achmadi, Pesan untuk Keluarga di Pernikahan Perak
- KPK Cecar Hilman Latief soal Pertemuan dengan Gus Yaqut
- BRN Bali Serukan Perlawanan terhadap Mafia Gadai Rental
- Jaksa Agung Minta Barang Sitaan Segera Dilelang
Artikel Terbaru
Sosok Pria Gandengan Ayu Ting Ting Terbongkar Politisi
Dikpolnas 2026 Sorot Tantangan Politik dan Kepemimpinan
Gus Miftah: Judi Online, Bullying, Kekerasan Seksual Jangan Dianggap Sepele
Jokowi Keliling Indonesia: Blusukan Biasa atau Politik?
Fiersa Besari Minta Snack dan Buah untuk Riders Konser
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026
Tautan Sahabat
- Imigrasi Cetak 1.274 Golden Visa, Raup Investasi Rp 52,1 Triliun
- Larangan Potong Kuku Sebelum Kurban Menurut Ulama
- Analis Soroti Pengembangan Suap Impor Blue Ray Cargo
- Kabareskrim Polri Janji Tindak Tegas Anggota Narkoba
- Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna, 451 Anggota Hadir
- Peringatan Hari Buku Nasional: Sejarah dan Ucapan Singkat
- Akademisi Usul Penggabungan Lembaga HAM yang Tumpang Tindih
- KPK Periksa Dua Tersangka Korupsi Proyek Lamongan
- JNE Kecam Pembegalan Kurir, Apresiasi Ksatria di Bandung
- Cak Imin: Pelaku Kekerasan Seksual Pesantren Berkedok Kiai