Lokasi: Kesehatan >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kesehatan16151 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/phsgnu9zh.html
Artikel Terkait
Ansarallah Curiga Trump Tolak Respons Iran Usai Telepon Netanyahu
KesehatanPresiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal negosiasi nuklir yang disampaikan melalui mediator Pakistan. Penolakan itu terjadi setelah Trump melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan....
Baca SelengkapnyaGubernur BI Dipanggil Prabowo Bahas Rupiah Melemah
KesehatanPerry Warjiyo dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih bidang ekonomi keluar dari Istana Negara sekitar pukul 18. 20 WIB setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto selama lebih dari 2 jam....
Baca SelengkapnyaJadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H/2026
KesehatanIdul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 berdasarkan hasil Sidang Isbat yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026. Pemerintah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H dimulai pada Senin, 18 Mei 2026, sehingga puncak ibadah haji dan hari raya kurban bertepatan dengan 10 Dzulhijjah....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Hasil Timnas U17 Indonesia vs Jepang: Laga Hidup-Mati Garuda Muda
- Insentif Guru Non-ASN Naik Jadi 365 Ribu Orang
- MPR Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat
- Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata 12,5 Persen
- Mojang Priangan dan Akademi Persib Melaju ke All-Stars
- KPK Diminta Transparan soal Cargo Lartas Bea Cukai
Artikel Terbaru
Thalita Petik Pelajaran Usai Kalah Rubber dari Ratchanok
Hukum Kurban Hewan Kurus Menurut Rasulullah dan Ulama
KPK Bongkar Alasan Kasus Haji Yaqut Tak Kunjung Disidang
KPK Bongkar Alasan Kasus Haji Yaqut Tak Kunjung Disidang
Persib Bandung Siap Pecahkan Rekor Hattrick Juara Liga Setelah 55 Tahun
5 Contoh Pidato Singkat Hari Kebangkitan Nasional 2026
Tautan Sahabat
- Atlet Muda Dinov Siap Bertarung di YOG Dakar 2026
- Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Akhir Penantian Indonesia
- Honda Bangun Ulang Kejayaan, Manajer Aprilia Dibajak
- KORMI Luncurkan Gerakan Nasional Indonesia Aktif 2026
- Leo/Daniel Juara Thailand Open, Pelatih Peringatkan Konsistensi
- Duel 10 Lap Ketat Warnai Kejurnas Motoprix 2026
- Thailand Open 2026: Banyak Unggulan Tumbang di 16 Besar
- Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Akhir Penantian Indonesia
- David Franico Pimpin PERBASASI DKI, Target PON XXII
- Isyana/Rinjani ke Perempatfinal Thailand Open Usai Adu Setting