Lokasi: Gaya Hidup >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gaya Hidup2154 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/pg8xntcs9.html
Artikel Terkait
Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
Gaya HidupLagu Lama Tak Bermalam Minggu berhasil menangkap perasaan rindu dan harapan yang dialami banyak orang saat ini. Stevan Pasaribu, penyanyi dan musisi berbakat asal Indonesia yang namanya melejit setelah merilis lagu hits Belum Siap Kehilangan, kembali merilis karya baru....
Baca SelengkapnyaSpurs Gagal Menjauh, Ancaman Degradasi Liga Inggris Masih Ada
Gaya HidupTottenham Hotspur harus puas berbagi angka dengan Leeds United dalam laga sengit yang berakhir imbang 1-1 di Tottenham Hotspur Stadium, hasil ini membuat ancaman degradasi semakin nyata bagi klub London Utara tersebut. Pada laga ini, sejatinya duel Tottenham vs Leeds berlangsung sengit sejak menit-menit awal....
Baca SelengkapnyaThom Haye Gol Indah Bawa Persib Ungguli PSM 0-1
Gaya HidupPersib Bandung unggul sementara atas PSM Makassar di babak pertama laga yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Adam Alis dan kolega tampak kesulitan menghadapi tempo permainan tinggi dari tuan rumah, namun efektivitas serangan Maung Bandung membawa mereka unggul di jeda babak pertama....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Persib vs PSM di Super League Pekan 33 Penentu Juara
- 55 Pemain Awal Timnas Argentina Piala Dunia 2026: Messi Pimpin, Dybala Absen
- 5 Pemain Naturalisasi Timnas Incaran Piala Asia 2027
- Persija Kalahkan Persik 3-1, Witan Persembahkan untuk Jakmania
- Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
- Al Nassr Gagal Juara, CR7 Tolak Medali dan Banting Papan
Artikel Terbaru
LG Rilis Mesin Cuci AI 20 Kg, Tipe WashTower dan Top Loading
Dua Peluang Juara Cristiano Ronaldo Lenyap dalam Lima Hari
MLSC Surabaya Seri 2 Tuntas, Lahirkan Dua Juara Baru
Lille Finis Ketiga, Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions
Luis de la Fuente: Tokoh Sentral Spanyol di Piala Dunia 2026
Lille Finis Peringkat 3, Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions
Tautan Sahabat
- Sekretaris BNPP Tinjau Rumah Warga Perbatasan di Belu
- Pemotor Nekat Masuk Tol, Pengejaran Libatkan Pengguna Jalan
- Mike Tyson, Sapi 1,05 Ton Bantuan Prabowo untuk Tarakan
- Prakiraan Cuaca Yogyakarta: Gunungkidul Berawan, Sleman Hujan Ringan
- Prakiraan Cuaca Banyumas: Hujan Ringan Kamis Ini
- Penjual Tempe di Pacitan Dirujuk Usai Disiram Air Keras
- Polda Jateng Benarkan Pelaku Komentar Rasis Anak Perwira
- Kasus Daycare Little Aresha: Hakim dan Dosen Diperiksa
- Patricia Telepon Keluarga dan Share Lokasi Sebelum Tewas Terjebak Api
- Polisi Tetapkan Istri Tersangka Lukai Suami di Bantul