Lokasi: Travel >>
Yudi Latif Peringatkan Bahaya Elite Akademik
Travel5 Dilihat
RingkasanDalam dunia pendidikan, meritokrasi merupakan sistem yang memberikan penghargaan atau kesempatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan usaha individu, bukan karena latar belakang sosial, ekonomi, maupun keturunan. Yudi Latif, cendekiawan muda yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia, menyatakan sistem meritokrasi memang memberikan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan individu, namun di sisi lain sistem tersebut juga dapat melahirkan kelompok elite baru berbasis capaian akademik....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Akses-Pendidikan-Tak-Merata-Yudi-Latif-Ingatkan-Bahaya-Elite-Akademik.jpg)
Dalam dunia pendidikan,meritokrasi merupakan sistem yang memberikan penghargaan atau kesempatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan usaha individu, bukan karena latar belakang sosial, ekonomi, maupun keturunan. Yudi Latif, cendekiawan muda yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia, menyatakan sistem meritokrasi memang memberikan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan individu, namun di sisi lain sistem tersebut juga dapat melahirkan kelompok elite baru berbasis capaian akademik. Hal itu disampaikan Yudi dalam diskusi publik bertajuk “Meritokrasi Pendidikan” yang dimoderatori Dr. Susetya Herawati, ST., M.Si dari Yayasan Suluh Nuswantara Bakti dan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muchlas Samani, Amich Alhumami, Ph.D, Dhitta Puti Sarasvati, M.Ed, serta Iman Zanatul Haeri, M.Pd.
Yudi mengatakan meritokrasi selama ini cenderung dipahami secara positif, namun dalam praktiknya sistem tersebut dapat bersifat positif maupun negatif tergantung konteks sosial dan karakter penerapannya. Menurut dia, akar persoalan pendidikan di Indonesia saat ini terletak pada ketimpangan kualitas antarwilayah, di mana distribusi guru dan sekolah bermutu yang belum merata membuat sejumlah daerah jauh lebih diuntungkan dibanding wilayah lainnya. Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses karena guru dan sekolah bermutu menumpuk di Jawa, sementara wilayah lain tertinggal.
Ia menilai penerapan meritokrasi yang hanya bertumpu pada nilai akademik berisiko melanggengkan diskriminasi apabila titik awal masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas tidak setara. Kondisi tersebut, lanjut Yudi, juga terlihat dalam proses seleksi beasiswa bergengsi seperti LPDP, di mana tanpa kebijakan afirmasi yang kuat, peserta dari wilayah Indonesia Barat akan terus mendominasi karena sejak awal memiliki ekosistem pendidikan yang lebih mapan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/p314b8oft.html
Artikel Terkait
DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
TravelPT Digital Sumber Sejahtera Motor resmi bertransformasi dari DSS Motor menjadi Mobix, identitas baru dalam bisnis mobil bekas atau mobkas. Mobix merupakan perusahaan hasil kolaborasi diler besar Mitsubishi yang fokus menyediakan unit mobil bekas bersertifikat dengan layanan jual komprehensif dan paket pembayaran fleksibel....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPrabowo Tak Pakai Dolar, Desa Paling Rentan Rupiah Melemah
TravelYusuf menanggapi pernyataan Presiden dengan menegaskan bahwa warga desa tetap terdampak pelemahan rupiah melalui rantai pasok barang dan jasa sehari-hari, meski mereka tidak memegang dolar AS secara fisik. Contoh nyata dampak tersebut terlihat pada pupuk urea dan NPK yang bahan bakunya berasal dari impor, solar untuk kebutuhan diesel sawah, serta pakan ternak yang bergantung pada jagung dan bungkil kedelai impor....
【Travel】
Baca SelengkapnyaKorlantas Polri Latih Sopir Taksi Demi Keselamatan Berkendara
TravelProgram pelatihan difokuskan untuk meningkatkan keterampilan mengemudi sekaligus membangun kesadaran keselamatan di jalan raya bagi para pengemudi transportasi umum. Menurut Agus, kemampuan dan sikap pengemudi saat berada di jalan sangat menentukan tingkat keselamatan pengguna jalan lainnya....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Robert Kardinal Yakin Papua Jadi Lumbung Tuna Nasional
- Kemlu: 9 WNI Ditangkap Israel di Pelabuhan Ashdod
- Amnesty Kritik BoP dan Respons Pasif Indonesia soal Israel
- Prabowo Tak Pakai Dolar, Desa Paling Rentan Rupiah Melemah
- Ayu Ting Ting Dicecar Ivan Gunawan Soal Gandengan Pria
- Imigrasi Siapkan Jalur Khusus WNI Bertalenta Pulang Bangun Negeri
Artikel Terbaru
Bupati Bogor Ajak Warga Jaga Sungai, 220 Kg Ikan Ditangkap
Jokowi Keliling Indonesia, Siap Kembali ke Panggung Politik
Pembangunan Sekolah Rakyat Sumut Capai 57 Persen
Pemerintah Perkuat Keamanan dan Lindungi Masyarakat Papua
Pesta Juara Al Nassr Tertunda, Ronaldo Hengkang
50 Ucapan Idul Adha 2026 Penuh Doa untuk Medsos
Tautan Sahabat
- Inter Miami Jamu Rival, Isyarat Rujuk La Familia?
- Jorge Jesus Sebut Luka Al Nassr Bisa Diobati
- Arne Slot Pastikan Tetap Latih Liverpool Musim Depan
- MLSC Surabaya Seri 2 Tuntas, Lahir Dua Juara Baru
- Javier Aguirre Latih Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026
- Pedro Brito Bawa Tanjung Verde Lolos Piala Dunia 2026
- Pelatih Ekuador Sebastian Beccacece Tanpa Karier Pemain
- Taisei Marukawa Beri Kode Siap Dinaturalisasi untuk Timnas
- Pelatih Pantau Rayhan Hannan di Laga Persija vs Semen Padang
- Mourinho Pindah dari Atas Lapangan ke Ruang Ganti Madrid