Lokasi: Pendidikan >>
Yudi Latif Peringatkan Bahaya Elite Akademik
Pendidikan8994 Dilihat
RingkasanDalam dunia pendidikan, meritokrasi merupakan sistem yang memberikan penghargaan atau kesempatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan usaha individu, bukan karena latar belakang sosial, ekonomi, maupun keturunan. Yudi Latif, cendekiawan muda yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia, menyatakan sistem meritokrasi memang memberikan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan individu, namun di sisi lain sistem tersebut juga dapat melahirkan kelompok elite baru berbasis capaian akademik....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Akses-Pendidikan-Tak-Merata-Yudi-Latif-Ingatkan-Bahaya-Elite-Akademik.jpg)
Dalam dunia pendidikan,meritokrasi merupakan sistem yang memberikan penghargaan atau kesempatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan usaha individu, bukan karena latar belakang sosial, ekonomi, maupun keturunan. Yudi Latif, cendekiawan muda yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia, menyatakan sistem meritokrasi memang memberikan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan individu, namun di sisi lain sistem tersebut juga dapat melahirkan kelompok elite baru berbasis capaian akademik. Hal itu disampaikan Yudi dalam diskusi publik bertajuk “Meritokrasi Pendidikan” yang dimoderatori Dr. Susetya Herawati, ST., M.Si dari Yayasan Suluh Nuswantara Bakti dan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muchlas Samani, Amich Alhumami, Ph.D, Dhitta Puti Sarasvati, M.Ed, serta Iman Zanatul Haeri, M.Pd.
Yudi mengatakan meritokrasi selama ini cenderung dipahami secara positif, namun dalam praktiknya sistem tersebut dapat bersifat positif maupun negatif tergantung konteks sosial dan karakter penerapannya. Menurut dia, akar persoalan pendidikan di Indonesia saat ini terletak pada ketimpangan kualitas antarwilayah, di mana distribusi guru dan sekolah bermutu yang belum merata membuat sejumlah daerah jauh lebih diuntungkan dibanding wilayah lainnya. Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses karena guru dan sekolah bermutu menumpuk di Jawa, sementara wilayah lain tertinggal.
Ia menilai penerapan meritokrasi yang hanya bertumpu pada nilai akademik berisiko melanggengkan diskriminasi apabila titik awal masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas tidak setara. Kondisi tersebut, lanjut Yudi, juga terlihat dalam proses seleksi beasiswa bergengsi seperti LPDP, di mana tanpa kebijakan afirmasi yang kuat, peserta dari wilayah Indonesia Barat akan terus mendominasi karena sejak awal memiliki ekosistem pendidikan yang lebih mapan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/olbc314v2.html
Artikel Terkait
Anrez Adelio Jalani Tes DNA Buktikan Anak Icel
PendidikanAnrez Putra Adelio menyatakan kesiapannya untuk bertemu dan menyelesaikan seluruh permasalahan, termasuk bertanggung jawab atas kehamilan di luar nikah hingga proses melahirkan yang dialami oleh sang kekasih. Pria berusia 29 tahun ini juga mengaku siap menjadi ayah dari anak yang dilahirkan tersebut....
Baca SelengkapnyaWhatsApp iOS Rilis Tampilan Liquid Glass Baru
PendidikanWhatsApp mulai meluncurkan tampilan antarmuka baru bernama Liquid Glass ke lebih banyak pengguna setelah beberapa bulan hanya diuji secara terbatas. Pembaruan ini menjadi tahap awal dari perombakan desain menyeluruh pada aplikasi pesan instan milik Meta tersebut....
Baca SelengkapnyaOpenAI Hadirkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT
PendidikanOpenAI merilis fitur baru dalam versi preview yang memungkinkan pengguna menghubungkan akun keuangan mereka secara aman ke ChatGPT. Setelah akun terhubung, pengguna dapat melihat dashboard keuangan yang menampilkan informasi seperti pengeluaran, investasi, tagihan, hingga langganan bulanan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Casemiro Diganti, Gelandang Serie A Segera ke Manchester United
- Spotify Luncurkan Party of the Years di Ultah ke-20
- Spotify Sempat Error, Kini Kembali Normal
- Kode Redeem Fish It Roblox 19 Mei 2026 Klaim Hadiah
- Terjemahan Lirik Ora Urus Toton Caribo Viral di TikTok
- Instagram Rombak Tampilan Aplikasi iPad Mirip iPhone
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca Sulsel Rabu, 20 Mei 2026: Mayoritas Hujan
iCloud+ Dapatkan Fitur Hide My Email Lebih Praktis
Apple dan Samsung Kuasai Smartwatch Terbaik 2026 Versi ACSI
Kode Redeem Mobile Legends 12 Mei 2026 Gratis
Kunci Gitar SEKIP Ndarboy Genk: Restu Orang Tua
Instagram Rombak Tampilan Aplikasi iPad Mirip iPhone
Tautan Sahabat
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- 5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
- Yani Panigoro Peringatkan Bahaya TBC di Daerah Padat
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Berbahaya Picu Stroke
- 263 Kasus Campak di Aceh, Imunisasi Rendah Disorot