Lokasi: Berita >>
SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna
Berita32364 Dilihat
RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Islam-Terpadu-SIT-Darul-Abidin-menggelar-International-Scratch-Day-2026.jpg)
International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.
Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/od55rtgmt.html
Artikel Terkait
Ogah Pisah, Eza Gionino Curiga Ada Pihak Pengaruhi Eca Banding
BeritaEza Gionino masih menyimpan harapan agar rumah tangganya dengan Eca tidak berakhir dengan perceraian di tengah proses hukum yang panjang. Eza menjelaskan gugatan cerai yang diajukan Eca sebelumnya telah ditolak Pengadilan Agama Cibinong, namun proses hukum terus berlanjut hingga tahap banding dan kasasi....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPutin dan Xi Jinping Bertemu di Beijing
BeritaPresiden Rusia Vladimir Putin bertolak menuju Beijing pada Selasa (19/05) untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Cina Xi Jinping. Penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, menyatakan kedua kepala negara tersebut dijadwalkan menjalani agenda yang cukup padat....
【Berita】
Baca Selengkapnya9 WNI Diculik Israel, Pengamat Sayangkan Peran Indonesia di BOP
BeritaSembilan Warga Negara Indonesia (WNI) diculik oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Gaza Sunflower Fleet (GSF). Mereka adalah relawan dan jurnalis yang berada di sejumlah kapal untuk mengirimkan bantuan ke Gaza....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Prakiraan Cuaca Cirebon 18 Mei 2026: Siang Cerah Malam Hujan
- Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak
- Wabah Hantavirus MV Hondius: 22 Awak Karantina di Inggris
- 3 Pendaki Tewas Tertimbun Erupsi Gunung Dukono
- Gelandang Manchester City Saksikan Laga Juara Persib Bandung
- Dubes Kuba Paparkan Dampak Tekanan AS ke Megawati
Artikel Terbaru
10 Pendulang Tewas di Papua, Diduga Dibunuh KKB
5.000 WNI Bekerja di Perusahaan Konstruksi Chitose, Hokkaido
Tabrakan Kereta Maut Bangkok, Mirip Tragedi Bekasi Timur?
Iran Ancam Tutup Akses Minyak Jika AS Serang Ekspor
Ayu Aulia Dituding Duta Halusinasi Usai Akui Hubungan dengan Pejabat R
3 Pendaki Tewas Tertimbun Erupsi Gunung Dukono
Tautan Sahabat
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- 5 Manfaat Anggur bagi Kesehatan Tubuh
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Wamenkes Bantah Hoaks, Tegaskan Imunisasi Tidak Haram
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya