Lokasi: Gaya Hidup >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gaya Hidup6473 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mxpyle7ec.html
Artikel Terkait
Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
Gaya HidupOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat global pada Minggu (17/5/2026) setelah lonjakan kasus akibat strain virus langka, yaitu virus Bundibugyo. Virus mematikan ini telah merenggut sedikitnya 88 nyawa dan menyebabkan lebih dari 300 kasus suspek di wilayah Pasalnya, wabah kali ini bukan disebabkan oleh strain biasa....
Baca SelengkapnyaPolisi Jepang Tangkap Dua Penyusup Kandang Monyet Viral
Gaya HidupDua pria ditangkap polisi setelah satu di antaranya memanjat pagar dan masuk ke area habitat monyet di Kebun Binatang Ichikawa, dekat Tokyo, pada Minggu pagi sambil mengenakan kostum karakter. Polisi menyebut kedua pria itu ditangkap atas dugaan menghalangi operasional kebun binatang secara paksa, di mana rekannya merekam aksi tersebut menggunakan telepon genggam....
Baca SelengkapnyaPasangan Jepang Sekap Putri Disabilitas, Korban Malnutrisi
Gaya HidupPolisi Jepang menangkap kedua orang tua dan dua kakak laki-laki seorang gadis 14 tahun di Machida, Tokyo pada Selasa (13/5/2026) karena diduga menyekap dan melakukan kekerasan fisik berulang terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah tanda kekerasan lama pada tubuh gadis tersebut, termasuk bekas patah tulang yang telah sembuh....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Napoli Siapkan Rp899 Miliar Usai Lolos Liga Champions
- Trump Tunda Serangan Iran atas Permintaan Negara Teluk
- Kebakaran Hutan Landa Afrika-Asia, El Nino Perparah Bencana
- Visa Tokutei Ginou Jepang Diprediksi Penuh 2027
- Alex Marquez Operasi, Absen MotoGP Catalunya 2026?
- Kecelakaan Kereta dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
Artikel Terbaru
Kunci Gitar 8 Letters Why Don't We Viral TikTok
Iran Kirim Pesan Keras ke AS di BRICS: Siap Perang dan Diplomasi
Polisi Malaysia Tangkap 20 WNI Perempuan dalam Penggerebekan
Visa Tokutei Ginou Jepang Diprediksi Penuh 2027
Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
Tautan Sahabat
- Rico Waas Berobat ke Luar Negeri, Klaim Tak Pakai APBD
- Bentrok Antarsuku di Wamena Tewaskan 13 Orang Akibat Lakalantas
- Andi Gani Tinjau Museum Marsinah Jelang Peresmian Prabowo
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Hujan Ringan-Sedang di Arfak
- Desa Kemudo Klaten Raih Penghargaan Ekonomi Hijau BRILiaN
- Julukan Kampung Texas, Transaksi Narkoba 24 Jam Dijaga 'Sniper'
- Bripka Arya Gugur Ditembak, Istri Kenang Sikap Romantisnya
- Pemuda Lampung Akui Jual Motor Demi Hindari Cicilan
- Petahana Ketum PBNU dan Kiai Imjaz Bertemu di PMKNU Cirebon
- Rekaman TNI Tembak TNI di Palembang Viral