Lokasi: Pendidikan >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Pendidikan2888 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mt6848n5u.html
Artikel Terkait
Cinta Lamine Yamal di Parade Barcelona, Palestina
PendidikanSekitar 750 ribu pendukung Barcelona memadati pusat kota Catalonia untuk merayakan kesuksesan tim kebanggaan mereka dalam parade yang dimulai dan diakhiri di Camp Nou. Parade tersebut mendapatkan sambutan luar biasa dari para penggemar yang tumpah ruah di jalanan....
Baca SelengkapnyaElang Gibran Gabung Elemen Gonjiam di 402 Rumah Sakit Angker
PendidikanElang mengaku proses membangun karakter Bara dalam film '402 Rumah Sakit Angker Korea' cukup rumit. Sosok Bara digambarkan sebagai karakter menyebalkan bagi orang-orang di sekitarnya....
Baca SelengkapnyaUstaz Solmed Takut Sembelih Sapi Kurban Sendiri
PendidikanSolmed dan April langsung menuju ke jenis hewan kurban sapi setelah sebelumnya memesan hewan tersebut untuk Hari Raya Idul Adha. "Jadi sebelumnya sudah pesan, karena sudah dikirimi katalog videonya....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Petahana Ketum PBNU dan Kiai Imjaz Bertemu di PMKNU Cirebon
- Jon Mathias Soroti Etika Krisna Murti sebagai Pengacara Ammar Zoni
- Adrian Khalif Rilis '2001x', Kisah Drama Hubungan Sulit Lepas
- Olla Ramlan Rela Dipaket Bundling Bersama Tristan Molina
- Happy Asmara dan Pikachu Rilis Video Kopi Dangdut
- Mantan ART Andre Taulany Bikin Emma Waroka Geram
Artikel Terbaru
Omo X Suspensi Double Wishbone Nyaman di Jalan Rusak
Idul Adha Terasa Berbeda bagi Ashanty Tahun Ini
Ahmad Dhani Sebut Laporan Lita Gading Naik Sidik
Eza Gionino Kekeh Tak Cerai, Masih Suami Meiza Sah
Empat Orang Mengaku Penyidik dan Pengacara Datangi Rumah Korban
Serial Every Year After Tayang 10 Juni 2026 Adaptasi Novel
Tautan Sahabat
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi Anak di Ruang AC
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- 5 Manfaat Anggur bagi Kesehatan Tubuh
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola