Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita1438 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mp7wrfzw3.html
Artikel Terkait
Fitur AI Inbox Resmi Hadir di Gmail Android iOS
BeritaFitur AI Inbox kini hadir di aplikasi Google setelah sebelumnya tersedia di versi web, berdasarkan laporan 9to5Google pada 7 Mei 2026. Perubahan paling mencolok terlihat pada bagian bawah aplikasi dengan penambahan tab khusus AI Inbox di antara menu, sehingga tampilan bawah aplikasi kini terdiri dari empat tab....
【Berita】
Baca SelengkapnyaLibur Panjang, 32 Ribu Pengunjung Padati Ragunan
BeritaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumumkan kebijakan baru terkait tarif angkutan umum di Jakarta pada Senin. Kenaikan tarif ini berlaku untuk bus TransJakarta dan angkutan kota (angkot) mulai 1 Juli 2024....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPolda Metro Gagalkan Peredaran Sabu 32 Kg Jaringan Malaysia
BeritaSubdit 3 Ditresnarkoba mengungkap kasus peredaran narkotika dengan mengamankan seorang pria berinisial VAR (32) di Jalan Kirana Legacy, Cilincing. Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Apple Hadirkan Iklan di Apple Maps, Privasi Tetap Terjaga
- ART di Bekasi Ditangkap Curi Perhiasan Majikan karena Uang Gaib
- Long Weekend, Monas Magnet Warga untuk Piknik dan Edukasi
- Pramono Anung Kaget Antusias Warga Uji Coba CFD
- Mojtaba Khamenei Cedera di Awal Perang, Sempat Dirawat
- Model Dibegal di Tol Kebon Jeruk, Kritis
Artikel Terbaru
Netflix Tambah Iklan di Aplikasi Mulai 2027
Polisi Intai Markas Judol WNA di Hayam Wuruk Tanpa Identitas
Tiga WNA Jadi Korban Jambret di Jakarta Pusat dalam Sebulan
Jambret Incar Wanita Usai Keluar ATM di Senayan
Sprint Race MotoGP Catalunya 2026: Bagnaia Frustrasi, Start Pukul 20.00 WIB
Pelaku Jambret WN Polandia di Menteng Ditangkap, Damai
Tautan Sahabat
- Dani Carvajal Resmi Tinggalkan Real Madrid, Akhir Era Emas
- Unai Emery Samai Rekor Ancelotti dan Mourinho
- Manchester United Bidik JJ Gabriel untuk Debut Termuda
- Penantian 22 Tahun Arsenal Berakhir, Arteta Samai Wenger
- Kronologi Neuer Kembali ke Timnas Jerman Panggilan Nagelsmann
- Curacao Bawa Mantan Pemain Persib dan Man United ke Piala Dunia
- Persis Solo Kalahkan Dewa United 1-0, Jaga Asa
- Arsenal vs PSG Final Liga Champions, Liga Domestik Jadi Pembeda
- Persaingan Degradasi Liga Spanyol Makin Panas, Sevilla Terancam
- Bournemouth vs Manchester City Berebut Nasib di Jalur Berbeda