Lokasi: Berita >>
Unpad Buka Pendaftaran Magister PJJ 2026 Full Daring
Berita7 Dilihat
RingkasanPendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi solusi fleksibel bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 tanpa harus hadir langsung di kampus, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti platform e-learning, video conference, dan sistem pembelajaran daring. Program ini memberikan kesempatan belajar full daring dengan dua program studi unggulan, yaitu Magister Ekonomi Pertanian - Konsentrasi Kedaulatan Pangan di bawah Fakultas Pertanian dan Magister Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan, masing-masing dengan daya tampung sebanyak 30 mahasiswa....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/unpad-xxx.jpg)
Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi solusi fleksibel bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 tanpa harus hadir langsung di kampus, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti platform e-learning, video conference, dan sistem pembelajaran daring. Program ini memberikan kesempatan belajar full daring dengan dua program studi unggulan, yaitu Magister Ekonomi Pertanian - Konsentrasi Kedaulatan Pangan di bawah Fakultas Pertanian dan Magister Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan, masing-masing dengan daya tampung sebanyak 30 mahasiswa.
Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan mengisi data diri, sesuai dengan ketentuan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) Mahasiswa Program Magister (S2) berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Padjadjaran Nomor: 112/UN6.RKT/Kep/HK/2025. Calon mahasiswa dapat mengakses informasi lengkap mengenai persyaratan, jadwal, dan biaya melalui portal yang telah disediakan oleh pihak universitas.
Informasi lebih lanjut mengenai Program Magister PJJ Unpad Gelombang 1 2026 dapat diakses dengan mengunjungi laman resmi Universitas Padjadjaran untuk mendapatkan detail pendaftaran dan prosedur seleksi. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mobilitas mahasiswa di era digital.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mo3hlmb3i.html
Artikel Terkait
Perampok Todong Toko Emas Wonokromo, 3 Lansia Terluka
BeritaDua pemilik toko di Surabaya menjadi korban perampokan brutal yang terjadi di kawasan Wonokromo. Korban pertama, UW (62), mengalami luka lebam di bagian wajah, sementara istrinya TA (62) juga menderita luka-luka....
【Berita】
Baca SelengkapnyaRatu Sofya Akui Tak Nyaman Adegan Panas 'Dosa'
BeritaReza Aditya membantah pernyataan Ratu Sofya yang mengaku dipaksa menjalani adegan seksual dalam sebuah proyek film. Dalam podcast beberapa waktu lalu, Ratu Sofya mengaku tidak nyaman dengan adegan tersebut dan merasa ada unsur paksaan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaIbunda Bela Ria Ricis soal Tudingan Pengaruh Buruk
BeritaYouTuber dan kreator konten Ria Ricis kembali menjadi sorotan publik setelah kedekatannya dengan sang ibunda, Yunifah Lismawati, menuai komentar negatif dari warganet. Banyak netizen menilai Yunifah kini lebih terpengaruh oleh Ricis dibandingkan putri sulungnya, Oki Setiana Dewi, yang sedang menetap di Mesir....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
- Dede Sunandar Akui Perselingkuhan: Saya Tak Membantah
- Ndarboy Genk Rilis Single SEKIP, Kicau Mania Viral
- Happy Asmara dan Pikachu Rilis Video Kopi Dangdut
- Setengah Langit - Idgitaf Ft Dere: Kunci Gitar Bahagia
- Serial Every Year After Tayang 10 Juni 2026 Adaptasi Novel
Artikel Terbaru
Insentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
Al Ghazali Jadi Ayah, El Rumi: Dulu Panggil Kakak
D'MASIV Masukkan Ciledug dalam Tur Konser 5 Negara
Eza Gionino Akui Canggung Bertemu Meiza Usai Pisah Agustus
Terjemahan Lirik Woman John Lennon: Ungkapan Emosi Campur Aduk
Keluarga Nikita Mirzani Bantah TPPU, Minta Keadilan
Tautan Sahabat
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- Protein Hewani Kunci Asam Amino Esensial Tumbuh Kembang Anak
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya