Lokasi: Travel >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026 S2-S3
Travel97835 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ruchman menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/l7mrr95kd.html
Artikel Terkait
Persediaan Senjata AS Menipis, Pentagon Minta Rp24 Kuadriliun
TravelPejabat Pentagon menghadapi sorotan tajam dari anggota Kongres dalam sidang di Capitol Hill pekan lalu, memunculkan kekhawatiran bipartisan terkait menipisnya persediaan amunisi strategis AS akibat keterlibatan dalam konflik global. Pemerintah AS mengajukan dana sebesar 70,5 miliar dolar AS untuk pengadaan amunisi bernilai tinggi, naik drastis hingga 188 persen dibandingkan permintaan tahun sebelumnya....
【Travel】
Baca SelengkapnyaGoogle Perluas Fitur Mirip AirDrop ke OPPO, Xiaomi
TravelGoogle mengumumkan integrasi fitur berbagi file Quick Share dengan AirDrop milik Apple, memungkinkan pengguna Android dan iPhone bertukar file secara langsung tanpa aplikasi tambahan. Beberapa merek yang disebut akan mendapatkan fitur ini antara lain Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Realme....
【Travel】
Baca SelengkapnyaInstagram Rombak Tampilan Aplikasi iPad Mirip iPhone
TravelInstagram mengubah tampilan aplikasi iPad agar lebih mirip dengan pengalaman penggunaan di iPhone, setelah desain sebelumnya yang menonjolkan konten Reels mendapat respons negatif dari sebagian pengguna. Informasi tersebut dilaporkan oleh 9to5Mac dalam artikel yang dipublikasikan pada 8 Mei 2026....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Jaringan Irigasi 14 Km Dibangun untuk Swasembada Pangan
- Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi
- Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.769.000 per Gram
- ESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan
- BWS Edukasi Generasi Muda Semarang soal Menabung Bijak
- Purbaya Lantik 8 Pejabat Baru, Ingatkan Tanggung Jawab
- Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi, Ini Faktornya
- Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
- Sampoerna Pimpin Pasar Tembakau di Tengah Tantangan 2025
- Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis