Lokasi: Berita >>
Unpad Buka Beasiswa Pascasarjana 2026, S2-S3 Tuntas 4 Tahun
Berita38646 Dilihat
RingkasanBeasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-Unggulan-Pascasarjana-Unpad-2026.jpg)
Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026.
BUPP 2026 dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul melalui percepatan pendidikan. Penerima beasiswa akan memperoleh sejumlah fasilitas pendanaan yang mencakup biaya kuliah, biaya hidup, serta tunjangan penelitian. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan bimbingan langsung dari promotor yang kompeten di bidangnya.
Persyaratan pendaftaran meliputi: Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing; lulusan program Sarjana atau Sarjana Terapan yang terakreditasi oleh BAN PT/LAM-PTKes; memiliki IPK minimal 3,25 bagi lulusan dari Perguruan Tinggi di Indonesia atau GPA minimal 3,5 skala 4 bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri; memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran; serta sertifikat English Language Test (ELT) UNPAD yang masih berlaku (maksimal 2 tahun) dengan nilai minimal 525, atau tes kemampuan Bahasa Inggris dari institusi resmi yang diakui UNPAD.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/jv6yonp50.html
Artikel Terkait
Krisis Iran, Ancaman Invasi AS ke Kuba Meningkat
BeritaPresiden AS mengeluarkan serangkaian pernyataan agresif yang meningkatkan ketegangan sebagai kelanjutan dari kampanye tekanan ekonomi berkepanjangan oleh Washington. Sejak awal tahun ini, AS memberlakukan blokade pasokan minyak yang mencekik perekonomian negara tersebut....
【Berita】
Baca SelengkapnyaWHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
BeritaWHO merilis laporan yang menyoroti bahaya rokok elektrik atau vape yang dipasarkan dengan rasa manis menyerupai permen dan buah-buahan, terutama karena strategi ini menargetkan anak muda dan remaja. Laporan tersebut dirilis menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei, dengan fokus tahun ini pada kecanduan nikotin....
【Berita】
Baca SelengkapnyaHantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
BeritaMasyarakat sulit mengenali infeksi virus hanta karena gejala penyakit ini sangat mirip dengan flu, demam berdarah, dan pneumonia yang lebih umum di Indonesia. Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sekaligus Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof DR Dr Dominicus Husada DTM&H MCTM(TP), mengungkapkan banyak pasien awalnya hanya mengeluhkan gejala ringan....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kevin Diks Cetak Gol Penalti, Klub Jerman Nyaris Degradasi
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Artikel Terbaru
Lamine Yamal Dibela PM Spanyol Usai Kibarkan Bendera Palestina
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
Hyundai Hillstate, Tim Baru Megawati dengan Prestasi Mentereng
Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
Tautan Sahabat
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga