Lokasi: Hikmah >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Hikmah23 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/j81qsd8hy.html
Artikel Terkait
Larangan Potong Kuku Sebelum Kurban Menurut Ulama
HikmahBAZNAS melarang pemotongan kuku dan rambut bagi orang yang berniat berkurban berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim dari Nabi Muhammad SAW. Larangan ini dijelaskan dalam artikel resmi BAZNAS yang terbit pada 20 Mei 2025, dengan mayoritas ulama menilai hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan, meskipun sebagian ulama mazhab Hanbali menganggapnya wajib....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaKevin Diks Cetak Gol Penalti, Klub Jerman Nyaris Degradasi
HikmahBorussia Monchengladbach mengalahkan Hoffenheim dengan skor telak 4-0 di Borussia Park pada laga pekan terakhir Liga Jerman musim ini. Gol Hugo Bolin pada menit 13' dan Haris Tabakovic pada menit 22' membuat Monchengladbach unggul dua gol di jeda babak pertama....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaInter Milan dan PSG Juara, Man City Tekuk Arsenal
HikmahParis Saint Germain (PSG) memastikan gelar juara Ligue 1 musim 2025/2026 meskipun masih menyisakan satu pertandingan, dengan perolehan poin yang tak terkejar oleh pesaing. Hasil ini menjadi modal apik bagi tim asuhan Luis Enrique menyongsong partai final Liga Champions melawan Arsenal....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Olla Ramlan Rela Dipaket Bundling Bersama Tristan Molina
- Hattrick Messi Dibatalkan MLS, Tertinggal Enam Trigol dari Ronaldo
- Sevilla vs Real Madrid: Laga Penentu Degradasi Los Nervionenses
- Mahfud MD Dapat Jersey Timnas Spesial di Ultah ke-69
- Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Terancam TPPU
- Iran Sampaikan 10 Tuntutan Resmi ke FIFA dan Tuan Rumah Piala Dunia
Artikel Terbaru
Ibrahim Arief Genggam Erat Tangan Istri Jelang Sidang Chromebook
Inter Milan dan PSG Juara, Man City Tekuk Arsenal
Duo Mbappe-Vinicius Dibela Arbeloa usai Kritik Tajam
Prediksi Arsenal vs Burnley: The Gunners Jaga Puncak Klasemen
Jorge Jesus Tinggalkan Al Nassr, Ronaldo Dapat Pelatih Baru?
Igor Tolic Sebut Gol Dramatis Bukti Persib Siap Hattrick
Tautan Sahabat
- Iran Siap Gugat AS-Israel ke Pengadilan Internasional
- Putin Temui Xi Jinping Bahas Kerja Sama Strategis
- Gunung Soffeh Dibom 20 Kali, Rudal Iran Aman
- Inggris Borong Obat Avigan dari Jepang Antisipasi Hantavirus
- Penyiar Jepang Soroti Diplomasi Takaichi ke Indonesia
- Pemerintah Meksiko Batalkan Ubah Kalender Sekolah Saat Piala Dunia
- Dubes Kuba Paparkan Dampak Tekanan AS ke Megawati
- Aktivis Sumud Flotilla Berpelukan Usai Diculik Kapal Israel
- Elon Musk dan 17 Bos AS Temui Xi Jinping di China
- Trump Sebut Gencatan Senjata Kritis, Iran Siap Hadapi Segala Risiko