Lokasi: Pendidikan >>
SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna
Pendidikan298 Dilihat
RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Islam-Terpadu-SIT-Darul-Abidin-menggelar-International-Scratch-Day-2026.jpg)
International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.
Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/iiiritgcf.html
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat Besok
PendidikanBMKG memprakirakan sejumlah daerah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Selasa (19/5/2026). Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara menjadi wilayah dengan intensitas hujan tertinggi....
Baca SelengkapnyaCuaca Malang dan Batu Besok, Hujan Siang-Malam
PendidikanKelembapan udara yang tinggi mempengaruhi kondisi cuaca di kawasan Malang Raya pada Selasa (19/5/2026) pukul 14. 00 WIB berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan AccuWeather....
Baca SelengkapnyaPrakiraan Cuaca Bangka Belitung: Belitung Timur Berawan
PendidikanBMKG merilis prakiraan cuaca untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (16/5/2026) sore pukul 15. 15 WIB....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Oknum Anggota DPRD Temanggung Aniaya Wanita di Karaoke
- Supardiono Siap Kurban Sapi 1,5 Ton untuk Prabowo
- Puluhan Ibu Rumah Tangga di Yogya Ikuti Pelatihan Kuliner Digital
- Prakiraan Cuaca Madura 21 Mei 2026: Hujan Ringan
- Prakiraan Cuaca Cirebon 18 Mei 2026, Hujan Malam
- Curug Cileat Subang longsor, dua wisatawan tewas
Artikel Terbaru
Happy Asmara dan Pikachu Rilis Video Kopi Dangdut
Jumhur Hidayat Ingatkan Ancaman Iklim dan Degradasi Lahan
Pemkab Kuningan Bela Anggaran iPhone Rp200 Juta untuk Konten
Jumhur Hidayat Ingatkan Ancaman Iklim dan Degradasi Lahan
The Rings of Power Season 3 Rilis 11 November 2026
Kecelakaan Lalu Lintas Picu Konflik Wamena, Warga Mengungsi
Tautan Sahabat
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung