Lokasi: Berita >>
Lokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Yogyakarta 2026
Berita83683 Dilihat
RingkasanUPN Veteran Yogyakarta membuka jalur Seleksi Mandiri 2026 dengan sistem ujian yang lebih mudah. Seleksi ini menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan UPN "Veteran" Yogyakarta melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus sebagai Kampus Belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/upn-veteran-yogyakarta.jpg)
UPN Veteran Yogyakarta membuka jalur Seleksi Mandiri 2026 dengan sistem ujian yang lebih mudah. Seleksi ini menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan UPN "Veteran" Yogyakarta melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus sebagai Kampus Belajar.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi tanpa membebani peserta dengan jarak perjalanan yang jauh ke Yogyakarta. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta,Machya Astuti Dewi, menyampaikan bahwa perluasan lokasi ujian ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. "Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri daerah dari Sumatera hingga Papua untuk bergabung dengan Kampus Belajar," ujarnya.
Terdapat perbedaan metode dan jadwal pelaksanaan antara pusat ujian di Yogyakarta dengan lokasi ujian di luar daerah. Pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri 2026 dibagi menjadi dua skema berdasarkan lokasi. Ujian di luar Yogyakarta akan dilaksanakan lebih awal pada 18 Juni 2026 secara serentak di seluruh titik. Metode yang digunakan adalah Paper Based Test (PBT).
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/iffsa9lvj.html
Artikel Terkait
Calvin Dores Jual Mata demi Masa Depan Anak
BeritaCalvin nekat menjual bola matanya demi masa depan keluarga. Ia mengaku butuh uang untuk istri dan anak-anaknya....
【Berita】
Baca SelengkapnyaTabrakan Kereta Maut Bangkok, Mirip Tragedi Bekasi Timur?
BeritaKecelakaan kereta api di Thailand pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 15. 40 waktu setempat menyisakan duka mendalam dan membuka mata banyak pihak mengenai rapuhnya sistem keselamatan transportasi di sejumlah negara di Asia Tenggara....
【Berita】
Baca SelengkapnyaIRGC Iran Bocorkan Serangan ke AS Pakai Satelit China
BeritaLaporan Financial Times mengungkap tuduhan bahwa Iran menggunakan satelit buatan perusahaan China Earth Eye Co untuk memantau target serangan rudal dan drone pada Maret 2026. Satelit itu disebut dioperasikan oleh divisi kedirgantaraan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam)....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Idul Adha Terasa Berbeda bagi Ashanty Tahun Ini
- Kongres AS Soroti Kerugian 42 Pesawat Pentagon Lawan Iran
- Pakistan Jadi Payung Nuklir Saudi, Ribuan Pasukan Dikerahkan
- Serangan Drone Dekati Infrastruktur Nuklir UEA, Alarm Konflik Baru
- El Rumi Ucapkan Selamat untuk Al Ghazali yang Jadi Ayah
- Drone Hizbullah Buat Tentara Israel Frustrasi dan Ketakutan
Artikel Terbaru
Ronaldo Diledek Fans Al Hilal Usai Pesan Derby Riyadh
Diaspora Indonesia Meriahkan Fukuyama Rose Festival Raih Pujian
India Siap Terima Sistem S-400 dari Rusia
Iran Disebut Mampu Lumpuhkan Internet Global dari Selat Hormuz
Sopir Truk Tewas Tabrakan Bus di Tol Jombang-Mojokerto
Penasihat Iran Kirim Peringatan ke Trump Sebelum Lawatan ke China
Tautan Sahabat
- Purbaya Bela Ucapan Prabowo: Itu Hiburan Rakyat
- KPK Periksa 8 Saksi di Bangkalan Terkait Dana Hibah Jatim
- Prabowo Tak Pakai Dolar, Desa Paling Rentan Rupiah Melemah
- Indonesia Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Geopolitik Energi
- Masyarakat Diajak Salurkan Kurban Tepat Sasaran di 3T
- Mahfud MD Kritik Prabowo soal Ucapan Orang Desa
- Mantan ART Erin Taulany Cerita Dipukul dan Ditendang Majikan
- Rafale dan Radar GM403 TNI AU Terparkir di Halim
- Pimpinan KPK Dilaporkan ke Dewas karena Tak Tahan Tersangka
- Pemerintah Diminta Tata Ulang Aturan Kadar Nikotin-Tar