Lokasi: Otomotif >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Otomotif477 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi. Khusus untuk program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftaran sebesar Rp750 ribu.
Persyaratan utama mencakup keaktifan sebagai pengurus inti atau anggota dewan ambalan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah. Tata cara pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir daring, mengunggah dokumen pendukung, dan melakukan pembayaran sesuai program studi yang dipilih. Jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 telah ditetapkan dengan tahapan verifikasi berkas dan pengumuman hasil.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tata cara, dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui portal resmi Unesa. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan dokumen seperti rapor, sertifikat prestasi, dan surat rekomendasi sekolah sebelum mendaftar. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi di bidang organisasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ftnqbvsb9.html
Artikel Terkait
Ansarallah Curiga Trump Tolak Respons Iran Usai Telepon Netanyahu
OtomotifPresiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal negosiasi nuklir yang disampaikan melalui mediator Pakistan. Penolakan itu terjadi setelah Trump melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaPemuda Lampung Akui Jual Motor Demi Hindari Cicilan
OtomotifMRP mengakui telah merekayasa laporan pembegalan sepeda motor setelah Polresta menemukan kejanggalan dalam penyelidikan. Motor yang disebut dirampas tiga pelaku bersenjata itu ternyata telah dijual sendiri oleh MRP untuk melunasi utang dan kebutuhan hidup....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaPenembak Anggota TNI di Palembang, Dua Tersangka Ditahan
OtomotifPratu Ferischal (23) tewas ditembak Sertu MRR saat sedang menikmati hiburan malam di Panhead Cafe. Peristiwa ini menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap perilaku prajurit di luar dinas....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- WhatsApp Plus Kini Tersedia di iPhone, Mulai Rp14 Ribuan
- Polisi Ungkap Cekcok di Kamar Sebelum Pembunuhan di Kebumen
- Prakiraan Cuaca Banyumas: 5 Kecamatan Hujan Ringan
- Pendaftaran Calon Ketum PAN Dibuka Jelang Kongres Banten
- Trump Spam 20 Konten AI Serang Musuh Termasuk Iran
- Jokowi Yoga di Solo Jelang Safari Keliling Indonesia Juni
Artikel Terbaru
Trump Tunda Serangan Iran atas Permintaan Negara Teluk
Prakiraan Cuaca Bandung Raya: Barat Cerah, Kota Hujan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Hujan Ringan Dominasi Rabu Ini
Prakiraan Cuaca Banyumas, 15 Mei 2026: Hujan Merata
WhatsApp iOS Rilis Tampilan Liquid Glass Baru
Prakiraan Cuaca Cirebon 18 Mei: Siang Cerah, Malam Hujan
Tautan Sahabat
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
- India Siap Terima Sistem S-400 dari Rusia
- Iran Ingin Upayakan Perdamaian, Termasuk Lebanon
- Rusia Tuduh AS Ingin Kuasai Energi Global Lewat Trump
- Tersangka Penembakan Trump Mengaku Tidak Bersalah
- Global Sumud Nusantara dan Flotilla Ditangkap Israel
- Gedung Parlemen Filipina Diberondong Tembakan
- Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak
- Macron Tegur Peserta KTT Afrika, Tuai Kritik Pedas
- Polisi Jepang Tangkap 14 WNA, WNI Overstay Hampir 7 Tahun