Lokasi: Kuliner >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026 S2-S3
Kuliner95 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ruchman menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/f7uaf5ftp.html
Artikel Terkait
Eza Gionino Akui Canggung Bertemu Meiza Usai Pisah Agustus
KulinerMeiza resmi menggugat cerai Eza di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, pada 3 September 2025. Eza mengakui pentingnya parenting meskipun hubungan rumah tangga mereka telah berakhir....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaBrandon Salim Bahagia Arsenal Juara Premier League
KulinerArsenal resmi memastikan diri menjadi juara Premier League setelah Manchester City hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth. Hasil tersebut membuat skuad asuhan Mikel Arteta tak lagi terkejar di puncak klasemen dan mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun sejak terakhir kali menjadi kampiun pada musim 2003/2004....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya‘Cinta & Rahasia’ Tayang, Drama Emosional Penuh Intrik
KulinerSerial Poisonous Passion mengusung kisah pengkhianatan, cinta, dan balas dendam dengan judul asli tersebut. Aktris Patricia Tanchanokgood hadir sebagai Dr....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- BPJS Kesehatan Usul Mahasiswa Baru Wajib Punya Jaminan Aktif
- Danes Rabani Gelar Showcase, Iwan Fals Dukung Album Debut
- Rain Ring Bell Dinanti 4 Juta Penonton, Yang Yang Bintangi
- ‘Cinta & Rahasia’ Tayang, Drama Emosional Penuh Intrik
- Rumah Bersejarah dr Sardjito di Yogya Dilego ke Pengembang
- Ivan Gunawan Cemburu, Ayu Ting Ting Sindir Kosong Tak Diisi
Artikel Terbaru
PEVS 2026 Siap Tampilkan Teknologi EV dan Kendaraan Masa Depan
Insanul Fahmi Santai Hadapi Hukum Jika Laporan Tak Dicabut
Deep Talk Ridho Rhoma, Pesan Sang Raja Dangdut
Bang Madit Islam KTP Target Haji Setelah Puluhan Kali Umrah
Arsenal vs PSG Final Liga Champions, Liga Domestik Jadi Pembeda
Ayu Ting Ting Dicecar Ivan Gunawan Soal Gandengan Pria
Tautan Sahabat
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- 263 Kasus Campak di Aceh, Imunisasi Rendah Disorot
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Yani Panigoro Soroti Perjuangan Kader Penyembuh TBC
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola