Lokasi: Pendidikan >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 115 Kurikulum Merdeka
Pendidikan3725 Dilihat
RingkasanGerak berirama memiliki beberapa macam gerakan langkah kaki seperti langkah biasa, langkah rapat, langkah silang, dan langkah samping. Sementara itu, gerakan mengayunkan lengan dalam senam irama meliputi ayunan satu lengan depan belakang, ayunan satu lengan ke depan dan ke samping, serta ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-BELAJAR-14.jpg)
Gerak berirama memiliki beberapa macam gerakan langkah kaki seperti langkah biasa,langkah rapat, langkah silang, dan langkah samping. Sementara itu, gerakan mengayunkan lengan dalam senam irama meliputi ayunan satu lengan depan belakang, ayunan satu lengan ke depan dan ke samping, serta ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
Cara melakukan gerakan langkah biasa dalam gerak berirama dimulai dengan sikap berdiri tegak, kedua tangan di pinggang. Langkahkan kaki kiri ke depan dengan lutut mengeper, kemudian diikuti kaki kanan dengan gerakan yang sama. Lakukan secara bergantian dan berirama sesuai dengan hitungan atau irama musik.
Gerakan langkah rapat dilakukan dengan berdiri tegak dan kedua tangan di pinggang. Langkahkan kaki kiri ke depan, lalu tarik kaki kanan merapat ke kaki kiri. Gerakan ini diulang secara bergantian dengan irama yang tetap. Untuk mengayunkan satu lengan ke depan, berdiri tegak dengan kedua lengan lurus ke samping, lalu ayunkan satu lengan ke depan hingga setinggi bahu, kemudian kembali ke posisi semula dengan irama yang teratur.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ewype2xt7.html
Artikel Terkait
Sevilla vs Real Madrid: Laga Penentu Degradasi Los Nervionenses
PendidikanSejak Luis Garcia menggantikan Matias Almeyda pada Maret lalu, performa Sevilla berangsur membaik. Empat dari tujuh pertandingan yang dipimpinnya berakhir dengan kemenangan, tiga di antaranya diraih secara berturut-turut....
Baca SelengkapnyaKPK: Monopoli BPK Hitung Kerugian Negara Hambat Korupsi
PendidikanKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mewanti-wanti kebijakan baru berisiko menyulitkan dan menghambat proses penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia. Asep mengingatkan bahwa hambatan proses penegakan hukum sangat mungkin terjadi jika perhitungan kerugian negara hanya bergantung pada satu pintu....
Baca SelengkapnyaKomjen RZ Panca Putra Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Kalemdiklat Polri
PendidikanKomjen Panca Putra resmi menggantikan Komjen Achmad Kartiko yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Panca menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
- Ketahanan Energi Nasional Kunci Stabilitas dan Kemandirian Indonesia
- Jaksa KPK Hadirkan Eks Pimpinan PN Depok di Sidang Suap
- Kapal Relawan Gaza Dicegat Israel, Ini Pesan Jurnalis Republika
- PEVS 2026 Siap Tampilkan Teknologi EV dan Kendaraan Masa Depan
- Penegakan Hukum Profesional Berkeadilan Diingatkan Anggota DPR
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca Bandung Raya Rabu: Sumedang Cerah, Bandung Hujan
Investigasi Tabrakan KRL dan Argo Bromo Masih Berlangsung
KPK Periksa Dua Bos Perusahaan Terkait Kredit Macet LPEI
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H/2026
Inverse 2026 Satukan Pecinta Otomotif dan Industri Kreatif
Formappi: Revisi UU Tipikor Tak Bisa Intervensi Kasus Hukum
Tautan Sahabat
- BTN Cetak Laba Rp1,16 Triliun, Tumbuh 55,8 Persen
- Aset OK Bank Tembus Rp13,42 Triliun, Laba Bersih Naik 3 Kali Lipat
- Rupiah Jeblok, Pengusaha Tercekik, PHK Massal Mengancam
- Pidato Prabowo Realistis, Pasar Tenang, Rupiah Menguat
- Menhub Tanggapi Sinyal Hijau Sebelum Kecelakaan Kereta
- Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka
- Purbaya Lantik 8 Pejabat Baru, Ingatkan Tanggung Jawab
- Anggota DPR Minta Harga Tiket Pesawat Seimbang dengan Daya Beli
- Defisit APBN 2026 Tembus Rp164,4 Triliun per April