Lokasi: Properti >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi S2-S3 di BIB 2026
Properti62 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag,Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ia menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/evviddf7u.html
Sebelumnya: Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Berikutnya: Spotify Kembalikan Logo Lama Setelah Banjir Kritik
Artikel Terkait
Google Hapus 28 Aplikasi Klaim Bisa Lihat Riwayat WA
PropertiPerusahaan keamanan siber ESET menemukan sekelompok aplikasi penipuan bernama CallPhantom yang menjanjikan akses ke riwayat panggilan dan pesan palsu di ponsel. Temuan ini dilaporkan oleh PhoneArena pada 11 Mei 2026 setelah penelitian mendalam terhadap pola aplikasi tersebut....
【Properti】
Baca SelengkapnyaIsyana/Rinjani ke Perempatfinal Thailand Open Usai Adu Setting
PropertiPasangan ganda campuran Indonesia, Isyana dan Rinjani, berhasil meraih kemenangan yang menjadi pencapaian spesial karena untuk pertama kalinya menembus perempat final turnamen level Super 500. Isyana mengaku senang atas hasil positif tersebut, namun ia menilai pertandingan terutama pada gim pertama berjalan cukup menegangkan karena mereka sempat kehilangan momentum setelah unggul....
【Properti】
Baca SelengkapnyaGinting Akui Lambat Antisipasi Strategi Lawan di Thailand Open
PropertiAnthony Ginting mengakui pertandingan melawan Shi Yu Qi di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand, pada Rabu (13/5/2026) tidak berjalan mudah sejak awal. "Pertama-tama tetap mengucap syukur....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Transformasi Digital Tingkatkan Kebutuhan Backup Data Aman
Marc Marquez Menangis, Luka Mandalika Harus Dioperasi Lagi
Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven Rebut Status Raja Nil
Jannik Sinner, Djokovic, Zverev Raih Keuntungan di Roland Garros 2026
Rekor Ronaldo Lawan Al Hilal Gagal Amankan Trofi Top Skor
Leo/Daniel Comeback, Sabar/Reza Mundur di Thailand Open 2026
Tautan Sahabat
- RI Kecam Mandulnya Dewan Keamanan PBB
- Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
- Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalis Ditahan Israel
- PM Greenland Tegaskan Wilayahnya Tak Akan Dijual ke AS
- Aturan Baru Cina Cegah Perusahaan Barat Lepas Ketergantungan
- CENTCOM Akui Blokade, Selat Hormuz Jadi Senjata Iran
- Penembakan Masjid San Diego Diselidiki Motif Kebencian
- Blokade AS, Iran Imbau Warga Hemat BBM dan Listrik
- Dubes Kuba Paparkan Dampak Tekanan AS ke Megawati
- Israel Klaim Lepas Bantuan Militer AS, Hubungan Netanyahu-Trump Retak