Lokasi: Teknologi >>

SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna

Teknologi462 Dilihat

RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....

SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI,<strong></strong> Bukan Jadi Pengguna

International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.

Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.

Tags:

Artikel Terkait

  • Alex Assad Ingin Pertahankan Rumah Tangga Usai Mediasi 2 Jam

    Teknologi

    Mediasi perceraian antara Muhammad Alex Assad dan Clara Shinta berlangsung alot selama hampir dua jam pada Kamis (21/5/2026). Setelah mediasi, Alex Assad memberikan isyarat bahwa dirinya masih ingin mempertahankan rumah tangganya dengan pernyataan, "Ya mengarah ke sanalah....

    Teknologi

    Baca Selengkapnya
  • PKK Diminta Jadi Edukator Keamanan Pangan Laut

    Teknologi

    Tri menyampaikan peran strategis kader PKK dalam menyebarluaskan pengetahuan tentang konsumsi pangan sehat dari tingkat keluarga hingga komunitas saat membuka acara Edukasi Konsumsi Ikan Aman dan Sehat untuk Mendukung Pola Makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Aula Gedung Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pengolahan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (21/5/2026). Tri menjelaskan beberapa daerah di Indonesia memiliki kekayaan hasil laut melimpah dan berkualitas yang perlu diiringi pemahaman pengolahan pangan sehat, aman, dan variatif untuk kandungan gizi maksimal terutama bagi anak-anak....

    Teknologi

    Baca Selengkapnya
  • Jokowi Ikut Yoga 5 Menit di Depan Rumah Heboh

    Teknologi

    Sebanyak 25 orang peserta mengikuti sesi kebersamaan dengan Founder Heloria, Devi Putri, di sebuah lokasi asri dan nyaman. Para peserta tampak antusias mengabadikan momen tersebut....

    Teknologi

    Baca Selengkapnya