Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Kesehatan82975 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/b8uc8eyws.html
Artikel Terkait
Leo/Daniel Selamatkan Indonesia, Denmark Juara Thailand Open 2026
KesehatanFinal Thailand Open 2026 menghadirkan banyak kejutan dengan lahirnya juara baru di beberapa sektor, dan Denmark berhasil menjadi juara umum berkat dua gelar dari Anders Antonsen (tunggal putra) serta Mathias Christiansen/Alexandra Boje (ganda campuran). Satu-satunya wakil Indonesia di final, Leo/Daniel yang baru saja rujuk, sukses mengunci gelar juara....
Baca SelengkapnyaBagnaia Gagal, Martin Bawa Aprilia Cetak Sejarah MotoGP Prancis
KesehatanMarco Bezzecchi nyaris sempurna menjalani balapan di Le Mans kali ini. Sayangnya ketika memasuki 3 lap terakhir, Bezzecchi gagal mempertahankan posisi pertama yang ia genggam sejak awal balapan....
Baca SelengkapnyaKabar Pernikahan Mail dan Shella, Timnas Tanpa Pelatih
KesehatanPP PBVSI merilis daftar 16 pemain yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan (TC) guna berlaga di ajang internasional, termasuk Dawuda Alaihimassalam, Raihan Rizky Attorif, Putra Bagus, dan Fauzan Nibras. Beberapa posisi menjadi sorotan, seperti comeback Nizar Zulfikar dan Doni Haryono, serta kemunculan Dawuda Alaihimassalam sebagai pelapis Rivan Nurmulki....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kursi Trump Lebih Pendek dari Xi Jinping, Sengaja?
- Seo Seung-jae Pulangkan Ubed di Thailand Open 2026
- Ubed Tersingkir di Thailand Open 2026 karena Ragu di Awal Laga
- Offroader Kalteng Borong 5 Podium di Kejurnas Seri 2
- Israel Hentikan Relawan Sumud Flotilla, Netanyahu Pantau dari Tel Aviv
- Gaji Megawati Rp1,7 M Lebih Tinggi dari Jordan Wilson
Artikel Terbaru
41 Jenis Hantavirus, Virus Andes di Kapal Pesiar dan Indonesia
Alex Marquez Alami Kecelakaan Motor Salto di MotoGP Catalunya
Leo/Daniel Lolos Perempat Final Thailand Open 2026
Megawati Bela Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026/2027
JBP Lolos ke Semifinal AVC Champions 2026
Megawati Bela Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026/2027
Tautan Sahabat
- Siswi Protes LCC Josepha Alexandra Diundang MPR dan Ditawari Beasiswa
- MPR Tawarkan Josepha Jadi Duta LCC 4 Pilar
- Heri Black Bungkam Usai Diperiksa KPK, Bantah Urus Perkara
- Noel Ebenezer Terjerat Kasus Pemerasan K3, Harap Selesai
- 75 Link Twibbon Harkitnas 2026 dan Cara Unggah
- KPK Geledah Rumah Pengusaha Citra Margaretha Terkait Sugiri
- Upacara Harkitnas 2026, Lirik Lagu Bagimu Negeri Berkumandang
- Densus 88 Sebut Ekstremisme Targetkan Remaja di Dunia Maya
- Gubernur BI Didemo Anggota DPR Minta Mundur Imbas Rupiah
- Amnesty Tuding 'Antek Asing' Akal-akalan Bungkam Kritik