Lokasi: Olahraga >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Olahraga53 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi. Khusus untuk program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftaran sebesar Rp750 ribu.
Persyaratan utama mencakup keaktifan sebagai pengurus inti atau anggota dewan ambalan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah. Tata cara pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir daring, mengunggah dokumen pendukung, dan melakukan pembayaran sesuai program studi yang dipilih. Jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 telah ditetapkan dengan tahapan verifikasi berkas dan pengumuman hasil.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tata cara, dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui portal resmi Unesa. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan dokumen seperti rapor, sertifikat prestasi, dan surat rekomendasi sekolah sebelum mendaftar. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi di bidang organisasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/agqscgl8d.html
Artikel Terkait
Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
OlahragaTasya Kamila kembali menjadi sorotan setelah lagu lawasnya, "Say No", yang dirilis pada 4 November 2011, mendadak viral di TikTok sebagai latar konten lipsync dan video estetik. Lagu bergenre pop ceria ciptaan Cahyo "The Face" ini bercerita tentang penolakan terhadap lelaki buaya darat yang jago merayu, dan kini menjadi ekspresi percaya diri anak muda setelah 15 tahun berlalu....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaAyah di Tambun Cabuli Anak, Modus Edukasi Seksual
OlahragaSeorang pria berinisial JN (54) diamankan jajaran Unit PPA Satreskrim Polres Metro Bekasi karena diduga mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur. Pelecehan seksual itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di wilayah Tambun Selatan....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaSatpam Curigai Kantor Hayam Wuruk Markas Judol
OlahragaSulaiman menaruh curiga pada banyaknya Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke area kantor di lantai 20 dan 21 dengan penampilan terlalu santai dalam beberapa bulan terakhir. "Sebenarnya saya sudah curiga, beberapa bulan terakhir saya nyiriin (mencirikan)....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Google Perluas Fitur Mirip AirDrop ke OPPO, Xiaomi
- Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
- Ibadah Kenaikan Yesus di GPIB Immanuel, Jemaat Kagumi Cagar Budaya
- KAI Operasikan 270 LRT Jabodebek per Hari, Tarif Rp10 Ribu
- Gaji Megawati Rp1,7 M Lebih Tinggi dari Jordan Wilson
- Remaja Bekasi Dikeroyok Salah Sasaran, Pelaku Masih Buron
Artikel Terbaru
Miroslav Koubek Janjikan Lebih dari Sekadar Menang di Piala Dunia
Polisi Tangkap 3 Pengedar Obat G di Bekasi, Sita Ratusan Butir
Keluarga Ungkap Korban Tewas di Biliar Jakbar demi Lindungi Pacar
320 WNA Sindikat Judol Jakbar Segera Disidang di Indonesia
AC Milan Cuci Gudang, Rafael Leao dan 4 Pemain Lain Dijual
BKN Diminta Segera Terbitkan Surat Pengukuhan Sekda Tangsel
Tautan Sahabat
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- El Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- PPTI Yakin Target TBC 2030 Tercapai Jika Semua Pihak Patuh
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak