Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita65 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/aev9tn3ik.html
Artikel Terkait
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Akhir Penantian Indonesia
BeritaLeo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi aktor utama kontingen Indonesia dengan mempersembahkan gelar juara ganda putra usai tampil ciamik di final. Pasangan yang akrab disapa Leo/Daniel itu mengakhiri perlawanan lawannya dalam dua gim langsung....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPendaftaran SIMAK UI 2026 Dibuka, Cek Syarat Jadwal
BeritaSIMAK UI adalah ujian seleksi terpadu yang diselenggarakan secara mandiri oleh Universitas Indonesia. Proses pendaftaran dibuka secara online melalui laman resmi SIMAK UI....
【Berita】
Baca Selengkapnya40 Soal Pancasila Kelas 3 Semester 2 dan Kunci Jawaban
BeritaPAS/ASAS/PAT/ASAT merupakan evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan pada akhir semester 2 atau semester genap. Ujian ini bertujuan mengukur pencapaian kompetensi siswa selama satu tahun ajaran yang mencakup semester ganjil dan genap, serta menjadi syarat utama kenaikan kelas....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Klaim Kode Redeem FC Mobile 10 Mei: Pemain 117 OVR
- Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
- Gap Year Buka Peluang Lebih Besar ke Kampus
- Jalur Mandiri UIN Bandung 2026 Dibuka, Cek Syaratnya
- ICC Keluarkan Surat Penangkapan Rahasia untuk 5 Pejabat Israel
- Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 115 Kurikulum Merdeka
Artikel Terbaru
Ronaldo Diledek Fans Al Hilal Usai Pesan Derby Riyadh
60 Soal Bahasa Inggris Kelas 4 Semester 2 dan Kunci Jawaban
Pendaftaran SM Skor UNNES Masih Dibuka, Cukup Nilai UTBK
6 Keunggulan Kuliah di PTKIN, Pendaftaran Ditutup 30 Mei
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Kunci Jawaban Informatika Kelas 7 Halaman 15 Merdeka
Tautan Sahabat
- PM Jepang Pertimbang Anggaran Tambahan 3 Triliun Yen
- Blokade AS, Iran Imbau Warga Hemat BBM dan Listrik
- CENTCOM Akui Blokade, Selat Hormuz Jadi Senjata Iran
- Senat AS Tolak Rencana Trump Remodel Ballroom Putih
- IRGC Iran Bocorkan Serangan ke AS Pakai Satelit China
- Iran Ancam Buka Front Baru Jika AS Lanjutkan Perang
- Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
- Kuba Borong 300 Drone dari Rusia dan Iran
- Merz Buka Peluang Kembali ke Energi Batu Bara
- Omar Daniel Bangga Jadi Tulang Punggung Keluarga