Lokasi: Kesehatan >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi S2-S3 di BIB 2026
Kesehatan27 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag,Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ia menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/a489j557k.html
Artikel Terkait
Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
KesehatanKesalahan memilih ban bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga taruhan nyawa. Data mencatat sekitar 10,7 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor kendaraan, termasuk insiden pecah ban....
Baca SelengkapnyaDPR Bongkar Oligopoli Pencekik Sineas Indie
KesehatanLamhot menyatakan kondisi persaingan bisnis film nasional telah berubah menjadi persoalan ketimpangan akses yang mengancam keberagaman perfilman Indonesia. Lamhot mengungkapkan hanya sekitar 10 persen rumah produksi (PH) yang menguasai hampir separuh akses layar lebar di Indonesia....
Baca SelengkapnyaAKP Deky Diduga Minta Rp65 Juta ke Bandar Narkoba
KesehatanOknum perwira polisi berinisial AKP Deky diduga bersekongkol dengan jaringan narkoba dan meminta sejumlah uang untuk menjamin keamanan bisnis haram tersebut. Kasus ini mencuat setelah penyidik mengamankan Mery Christine, calon istri bandar besar Marselus Vernandus, yang berperan sebagai penghubung antara AKP Deky dengan Mery untuk diperkenalkan dengan tersangka....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
- Probo Kawal Program Strategis Prabowo dengan Hukum Adil
- Menkeu Purbaya Minta Rakyat Tenang Hadapi Rupiah Melemah
- Masyarakat Diajak Salurkan Kurban Tepat Sasaran di 3T
- Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
- Film Pesta Babi Resmi Tayang di YouTube
Artikel Terbaru
Carrick Dekati Status Manajer Tetap MU Usai Bawa ke UCL
Sahroni Minta Polda Metro Bongkar Dalang Penadah Motor Ilegal
Daftar Barang Mewah Sandra Dewi Dilelang Kejagung
500.000 Lansia Sebatang Kara Terima MBG dari Negara
Prakiraan Cuaca Sulbar 21 Mei: Mamuju Berawan, Mamasa Hujan
Bahlil Puji Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Meski Viral
Tautan Sahabat
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Pemanfaatan AI pada MRI Bantu Dokter Petakan Penyakit Kompleks
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Yani Panigoro Peringatkan Bahaya TBC di Daerah Padat
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- PPTI Yakin Target TBC 2030 Tercapai Jika Semua Pihak Patuh