Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Pendidikan55658 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/9cupfb2lj.html
Artikel Terkait
Ekonomi Rusia Melambat, UE Sanksi Penculikan Anak Ukraina
PendidikanKonflik ini berakar dari ketegangan yang telah berlangsung sejak aneksasi Krimea pada 2014 dan perang di wilayah Donbas yang melibatkan kelompok separatis pro-Rusia. Amerika Serikat bersama negara-negara Barat terus menekan, dan hingga kini perang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir karena Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada 16 pejabat yang dituduh membantu deportasi paksa anak-anak....
Baca SelengkapnyaJepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
PendidikanKepulauan Senkaku yang dipersengketakan menjadi salah satu contoh sengketa wilayah yang dimanfaatkan dalam propaganda pro-China. Menurut para pengamat, perkembangan AI membuat operasi propaganda pada masa depan semakin sulit dikenali masyarakat umum....
Baca SelengkapnyaKode Redeem Mobile Legends 12 Mei 2026 Gratis
PendidikanMobile Legends kembali memberikan kesempatan bagi pemain untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik seperti skin packs, moonstones, trial cards, magic dust, dan skin fragments. Pemain harus memperhatikan batas waktu dan jumlah pemain yang tersedia sebelum mengklaim kode hadiah yang bisa langsung ditambahkan secara otomatis ke akun game Mobile Legends....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- China vs AS: Perbandingan Mitra Dagang Terbanyak
- Survei CNET: 13 Persen Konsumen Minat Ponsel Lipat
- Spotify Luncurkan Party of the Years di Ultah ke-20
- Eksperimen AI Kafe Swedia Berantakan, Salah Stok Rugi
- Carrick Dekati Status Manajer Tetap MU Usai Bawa ke UCL
- Google Hapus 28 Aplikasi Klaim Bisa Lihat Riwayat WA
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Amanda Manopo Hentikan Syuting, Kenny Austin Siaga Jadi Suami
- ‘Cinta & Rahasia’ Tayang, Drama Emosional Penuh Intrik
- Ammar Zoni Curhat Tak Sanggup Dipindah ke Nusakambangan
- Sosok Pria Gandengan Ayu Ting Ting Terbongkar Politisi
- Ustaz Solmed Takut Sembelih Sapi Kurban Sendiri
- Wardatina Mawa Bersyukur Setelah Berpisah dari Insanul Fahmi
- Maia Estianty Haru Alyssa Daguise Melahirkan Normal
- Anak Deddy Dores Nekat Jual Mata, Sang Ayah Merasa Gagal
- Alyssa Daguise Kesakitan Melahirkan, Al Ghazali Bicara Trauma
- Sarwendah Cuek Dituding Pesugihan di Gunung Kawi