Lokasi: Berita >>
Daftar Lokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Jogja 2026
Berita16 Dilihat
RingkasanUPN "Veteran" Yogyakarta membuka seleksi mandiri 2026 dengan sistem ujian yang diperluas ke 37 kota di seluruh Indonesia. UPN "Veteran" Yogyakarta menyelenggarakan seleksi ini sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/upn-veteran-yogyakarta.jpg)
UPN "Veteran" Yogyakarta membuka seleksi mandiri 2026 dengan sistem ujian yang diperluas ke 37 kota di seluruh Indonesia. UPN "Veteran" Yogyakarta menyelenggarakan seleksi ini sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta, Machya Astuti Dewi, menyampaikan bahwa perluasan lokasi ujian merupakan komitmen kampus dalam menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. "Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri daerah dari Sumatera hingga Papua untuk bergabung dengan Kampus," ujar Machya Astuti Dewi. Kebijakan ini menjadi langkah strategis kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi tanpa membebani peserta dengan jarak perjalanan yang jauh ke Yogyakarta.
Pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri 2026 dibagi menjadi dua skema berdasarkan lokasi. Ujian di luar Yogyakarta akan dilaksanakan lebih awal pada 18 Juni 2026 secara serentak di seluruh lokasi dengan metode Paper Based Test (PBT). Terdapat perbedaan metode dan jadwal pelaksanaan antara pusat ujian di Yogyakarta dengan lokasi ujian di luar Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/9bdoiwv7b.html
Artikel Terkait
Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
BeritaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat global pada Minggu (17/5/2026) setelah lonjakan kasus akibat strain virus langka, yaitu virus Bundibugyo. Virus mematikan ini telah merenggut sedikitnya 88 nyawa dan menyebabkan lebih dari 300 kasus suspek di wilayah Pasalnya, wabah kali ini bukan disebabkan oleh strain biasa....
【Berita】
Baca SelengkapnyaIbadah Kenaikan Yesus 2026 di GPIB Immanuel Jakarta
BeritaPuluhan umat Kristen Protestan mengikuti Ibadah Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta. Ibadah berlangsung di ruang utama gereja dan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Jemaat....
【Berita】
Baca SelengkapnyaBos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Karyawan Tewas
BeritaJaksa mengungkapkan 22 karyawan meninggal dunia dalam kebakaran yang terjadi pada 9 Desember 2025 pukul 12. 17 WIB di sebuah gedung tujuh lantai....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Tim Voli Wahana Kuningan Incar Gelar Juara U-19
- Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming di SMK Letris
- Polisi Bekuk Komplotan Curanmor Bersenpi di Tangerang
- Polda Metro Bongkar Jaringan Narkotika dari Lapas, Sita Ekstasi
- Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel dan Hezbollah Saling Serang
- Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming di SMK Letris
Artikel Terbaru
WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental di Ukraina
Libur Panjang, 10 Ribu Pengunjung Padati TMII Kamis Siang
Dokter RS Semanggi Dilaporkan Diduga Malpraktik Ring Jantung
BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Jabodetabek Berawan
Juventus Butuh Bantuan Tiga Tim untuk Lolos Liga Champions
KKR Paskah Soroti Krisis Moral, Dorong Pemuda Agen Perubahan
Tautan Sahabat
- Harga Emas Antam Hari Ini Merosot ke Rp2.764.000
- Rupiah Bisa Tembus Rp 18.000, Pengamat Usul Hentikan MBG
- Danantara Pertimbangkan Tambah Saham di GoTo
- Rupiah Jeblok, Pengusaha Tercekik, PHK Massal Mengancam
- Kisah Ratidjo Bangun Jejamuran, Kapok Miskin Kini Punya 2,5 Hektare Jamur
- Penjualan Rumah Second Meningkat, Prospek Pasar Properti Cerah
- KAI Jual 504 Ribu Tiket Long Weekend, Yogyakarta Favorit
- Koperasi Diajak Bangun Jejaring Bisnis Internasional
- Menkeu Guyur Pasar Obligasi Rp2 Triliun Tiap Hari Redam Rupiah
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka