Lokasi: Gaya Hidup >>
Pakar Ingatkan Potensi Pencatutan Nama Atasan di Bea Cukai
Gaya Hidup87595 Dilihat
RingkasanPublik diimbau untuk lebih jeli membaca fakta persidangan agar tidak mendahului proses pembuktian hukum yang sedang berjalan. Spesialis Analisis Kontra Intelijen, Gautama Wiranegara mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru membangun opini atau melakukan penghakiman sosial, khususnya setelah muncul narasi mengenai ‘kode 1’ yang dikaitkan dengan unsur pimpinan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-gedung-bea-dan-cukai.jpg)
Publik diimbau untuk lebih jeli membaca fakta persidangan agar tidak mendahului proses pembuktian hukum yang sedang berjalan. Spesialis Analisis Kontra Intelijen, Gautama Wiranegara mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru membangun opini atau melakukan penghakiman sosial, khususnya setelah muncul narasi mengenai ‘kode 1’ yang dikaitkan dengan unsur pimpinan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Gautama menyoroti bagaimana narasi mengenai ‘amplop jatah suap kode 1 untuk Dirjen’ berkembang di ruang publik, yang kemudian diikuti dengan respons Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendalami informasi tersebut. Namun, ia menilai ada detail penting dalam fakta persidangan yang berisiko luput dari perhatian publik akibat derasnya pembentukan persepsi. Ia menjelaskan bahwa dalam konteks hukum pidana, penyebutan nama, inisial, ataupun kode tertentu tidak bisa serta-merta dijadikan bukti keterlibatan aktif seseorang tanpa adanya pembuktian materiil yang kuat. “Untuk seseorang tidak sama dengan diterima oleh seseorang. Itu dua hal yang berbeda,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gautama mengingatkan adanya risiko terjadinya tunnel vision dalam penanganan perkara ini. Kondisi ini merujuk pada situasi di mana publik atau penyelidik terlalu cepat mengunci satu narasi tunggal, sehingga fakta-fakta lain yang tidak mendukung asumsi awal cenderung terabaikan. “Fakta yang mendukung diperbesar, yang tidak cocok diabaikan, lalu asumsi berubah menjadi kebenaran sosial. Ini yang perlu kita hindari bersama demi tegaknya keadilan,” tuturnya. Ia juga memperkenalkan konsep legitimacy shielding atau perisai legitimasi sebagai langkah antisipatif untuk menjaga objektivitas proses hukum.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/970c3498995.html
Artikel Terkait
DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Mobil Bekas
Gaya HidupPT Digital Sumber Sejahtera Motor resmi bertransformasi dari DSS Motor menjadi Mobix, identitas baru perusahaan di bisnis mobil bekas (mobkas). Mobix merupakan hasil kolaborasi diler besar Mitsubishi yang fokus menyediakan unit mobil bekas bersertifikat dengan layanan jual komprehensif dan paket pembayaran fleksibel....
Baca SelengkapnyaOleksandr Usyk dan Rico Verhoeven Rebut Status Raja Nil
Gaya HidupOleksandr Usyk akan menghadapi lawan yang bukan petinju biasa, melainkan legenda hidup kickboxing dunia Rico Verhoeven. Verhoeven memang nama baru di dunia tinju dan laga ini akan menjadi pertandingan pertamanya, namun anggapan itu akan sirna ketika penggemar melihat rekam jejaknya di dunia kickboxing....
Baca SelengkapnyaKunlavut dan Chen Yufei incar back to back Thailand Open
Gaya HidupChina dan Malaysia masing-masing meraih dua gelar, sementara Thailand hanya mengamankan satu trofi di hadapan pendukungnya sendiri pada ajang Thailand Open. Di sektor tunggal putra, tuan rumah Thailand berhasil meraih gelar melalui Kunlavut Vitidsarn....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Real Madrid Patok Harga Jual Camavinga, Liverpool Antre
- Vanja Bukilic Kembali ke Red Sparks Liga Voli Korea
- Klasemen MotoGP 2026: Diggia Teror Martin Usai Kecelakaan Marquez
- Ananda Mikola Pimpin MGPA, Mandalika Pusat Talenta Motorsport
- Prakiraan Cuaca Sorong Kamis Berawan di Semua Distrik
- Leo/Daniel Lolos Perempat Final Thailand Open 2026
Artikel Terbaru
Tejo Akui Dibohongi Kiai Cabul Ashari, Sesali Pertolongannya
Alex Marquez Salip Marc Marquez di Klasemen MotoGP 2026
Ginting Akui Lambat Antisipasi Strategi Lawan di Thailand Open
JBP Lolos ke Semifinal AVC Champions 2026
Terjemahan Lirik Ora Urus Toton Caribo Viral di TikTok
Ubed Belajar dari Kekalahan Lawan Christo Popov
Tautan Sahabat
- Kemenag Buka Beasiswa Doktor Kajian Keagamaan 2026
- Jalur Mandiri UIN Bandung 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
- SMA Al Hikmah IIBS Batu Resmi Adopsi Kurikulum IB
- Jadwal SPMB Tangsel 2026 TK SD SMP Dimulai Akhir Mei
- Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 Halaman 131 Activity 3
- Daftar Lokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Jogja 2026
- Syarat Daftar Mandiri Jalur Kemitraan UNS 2026
- Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026 S2-S3
- Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 142
- Kemenag Buka Beasiswa Double Degree Inggris 2026