Lokasi: Bisnis >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Bisnis355 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/91fxntjps.html
Artikel Terkait
Iran Akui Ekonomi Lumpuh Akibat Perang, Infrastruktur Hancur
BisnisPresiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka mengakui bahwa negaranya mengalami kerugian besar akibat perang yang sedang berlangsung sejak akhir Februari. Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam rapat Dewan Informasi Pemerintah pada Senin (18/5/2026)....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaGagal di Thailand Open, Ginting Tersingkir, 6 Wakl Lolos
BisnisShi Yu Qi, unggulan pertama sekaligus pemegang takhta peringkat satu dunia, mendominasi penuh pertandingan dan mendikte tempo permainan. Anthony Sinisuka Ginting tak mampu berbuat banyak dan harus menyerah melalui kekalahan dua gim langsung....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaKetum NOC Temui Menkeu Bahas Anggaran Atlet
BisnisOkto selaku Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengambil langkah strategis dengan mengirimkan surat resmi kepada Menteri Keuangan pada Senin lalu untuk meminta dialog langsung terkait kebijakan anggaran olahraga. Langkah tersebut diambil menyusul hasil rapat anggota yang menyepakati perlunya komunikasi intensif dengan regulator....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Samsung Galaxy S26 Ultra Pecahkan Rekor Charging Android
- Skenari EVOS Gagal Lolos Playoff MPL S17 Terungkap
- Kabar Pernikahan Mail dan Shella, Timnas Tanpa Pelatih
- Ginting Tersingkir di Thailand Open 2026, Dikalahkan Musuh Bebuyutan
- Iran Ancam Tutup Akses Minyak Jika AS Serang Ekspor
- Gagal di Thailand Open, Ginting Tersingkir, 6 Wakl Lolos
Artikel Terbaru
Nico Paz, Wonderkid Argentina yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Leo Daniel Akui Masih Kagok di Thailand Open 2026
Dhinda Hadapi Ratchanok Usai Lolos Malaysia Masters
Leo/Daniel Comeback, Sabar/Reza Mundur di Thailand Open 2026
EVOS Kalah 0-2 dari NAVI di MPL ID S17
JBP Lolos ke Semifinal AVC Champions 2026
Tautan Sahabat
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Fluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit