Lokasi: Otomotif >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Otomotif8 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi. Khusus untuk program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftaran sebesar Rp750 ribu.
Persyaratan utama mencakup keaktifan sebagai pengurus inti atau anggota dewan ambalan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah. Tata cara pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir daring, mengunggah dokumen pendukung, dan melakukan pembayaran sesuai program studi yang dipilih. Jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 telah ditetapkan dengan tahapan verifikasi berkas dan pengumuman hasil.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tata cara, dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui portal resmi Unesa. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan dokumen seperti rapor, sertifikat prestasi, dan surat rekomendasi sekolah sebelum mendaftar. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi di bidang organisasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/8ur2tzjs0.html
Artikel Terkait
Survei CNET: 13 Persen Konsumen Minat Ponsel Lipat
OtomotifSurvei terbaru yang dipublikasikan CNET pada 12 Mei 2026 menunjukkan hanya 13 persen pemilik smartphone yang tertarik mengganti perangkat mereka. Angka tersebut sedikit lebih tinggi untuk pengguna Apple iPhone....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaToyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
OtomotifToyota masih mempertimbangkan peluncuran mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia. Bansar, perwakilan Toyota, menyatakan pihaknya perlu melihat kebutuhan konsumen terlebih dahulu sebelum menghadirkan teknologi tersebut....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaToyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
OtomotifTAC Manado menjadi peserta dengan perjalanan terjauh di GR DAY 2026 setelah menempuh rute sepanjang 3. 027 kilometer dari Manado menuju Jakarta menggunakan Toyota Agya generasi pertama....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Laga Persis vs Persita Tanpa Penonton, Degradasi Ditentukan
- Toyota Pantau Rupiah, Harga Mobil Terancam Naik
- Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
- Toyota Zenix Hybrid Fleet Rilis 2027, Fitur Diturunkan
- Kode Redeem Genshin Impact 19 Mei 2026, Klaim Segera
- Deus Touring Bali Satukan Ide Kreatif Berserakan
Artikel Terbaru
Pre-Order MacBook Neo Indonesia Dibuka 15 Mei 2026
Toyota Zenix Hybrid Fleet Rilis 2027, Fitur Diturunkan
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
Tautan Sahabat
- Menkeu Gandeng Kejaksaan dan BPK Usut Manipulasi Data Ekspor
- KPK Ungkap Aliran Dana, Hilman Latief Bantah Ditanya soal Uang Haji
- Maxim Dorong Mobilitas Inklusif di Hari Aksesibilitas
- Video Menkeu Tawarkan Bantuan Modal, Kemenkeu Sebut Hoaks
- Menhan Sebut Batalyon Teritorial Turunkan Kasus Begal
- Luka Andrie Yunus Lebih Parah dari Dugaan Dokter RSCM
- Sunnah Kurban: Panduan Lengkap Penyembelihan hingga Pembagian
- Pemberi Suap Ombudsman Dijemput Paksa Kaget Ditangkap
- Transisi Pilot TNI AU dari Hawk ke Rafale Penuh Tantangan
- Kemendikdasmen Tegaskan Deep Learning Bukan Kurikulum Baru