Lokasi: Hiburan >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Hiburan85 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/810wuueus.html
Artikel Terkait
Festival Balon Udara Solo Gagal Terbang Akibat Angin Kencang
HiburanRibuan warga mengalami kemacetan parah akibat antusiasme menyaksikan festival balon udara di Alun-alun Utara Keraton. Sebanyak 18 balon telah disiapkan, namun hingga pukul 07....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaWHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
HiburanDirektur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan surat terbuka kepada warga Tenerife, Spanyol, dengan mengakui kekhawatiran masyarakat yang kembali teringat pandemi COVID-19....
【Hiburan】
Baca Selengkapnya5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
HiburanHilangnya nafsu makan tidak selalu disebabkan oleh pola makan saja, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh menurunnya nafsu makan. Masalah ini tidak hanya dialami anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada remaja hingga orang dewasa....
【Hiburan】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pelatih Spanyol Jamin Bintang Barcelona Masuk Skuad Piala Dunia
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- IDAI Tegaskan ASI Standar Emas, Bukan Susu Formula
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- The Scarecrow Raih Rating Tinggi Berkat Park Hae Soo-Lee Hee Joon
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
Juventus Butuh Bantuan Tiga Tim untuk Lolos Liga Champions
Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
Tautan Sahabat
- KY Tanggapi Aduan Nikita Mirzani Soal Dugaan Pelanggaran Etik
- Shindy Fioerla Cerai dari Rendy Samuel, Akhiri Hubungan Toxic
- Raffi Ahmad Berangkat Haji, Amy Qanita Syukur
- Wardatina Mawa Bersyukur Setelah Berpisah dari Insanul Fahmi
- Deddy Corbuzier Tanggapi Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing
- Kolaborasi Band Rock dan Heri Santoso Bangkitkan Musik Daerah
- Keluarga Nikita Mirzani Bantah TPPU, Minta Keadilan
- Kuasa Hukum Erin Yakin Hadapi Kasus ART, Singgung CCTV
- Audrey Bianca Stop Nasi Putih Demi Miss World 2026
- Sarwendah Cuek Dituding Pesugihan di Gunung Kawi