Lokasi: Pendidikan >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Pendidikan284 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/5nnfc71jk.html
Artikel Terkait
Megawati Gabung Latihan Hyundai Hillstate Juli 2025
PendidikanMegawati Hangestri Pertiwi, bintang voli Indonesia yang sempat menciptakan "topan penggemar Indonesia" di Liga Voli Korea (V-League), hampir kembali ke kompetisi tersebut setelah absen selama dua tahun. Media Korea melaporkan bahwa pembicaraan dengan Megawati tidak menemukan masalah besar terkait kondisi fisiknya....
Baca SelengkapnyaMenkeu Purbaya Minta Rakyat Tenang Hadapi Rupiah Melemah
PendidikanPurbaya Yudhi Sadewa, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih dalam situasi yang baik. Purbaya memastikan pemerintah telah melakukan perhitungan matang mengenai potensi dampak pelemahan rupiah terhadap subsidi energi dan asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)....
Baca SelengkapnyaKakorlantas: Arus Libur Panjang Lancar, Kecelakaan Minim
PendidikanAgus menyatakan kemacetan tidak ditemukan baik di jalan nasional, tol, serta akses dari dan menuju pelabuhan, bandara, maupun tempat wisata. Tidak tercatat pula kecelakaan lalu lintas yang menonjol....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Persija Pecahkan Rekor Poin, Pelatih Beri Peringatan
- AHY Ajak Perkuat Fondasi Persahabatan Indonesia-Singapura
- WNI Disiksa Sindikat Tambang Timah Ilegal Malaysia
- Pimpinan Komisi III Minta Komunitas Motor Tak Sekadar Touring
- Ananda Mikola Pimpin MGPA, Mandalika Pusat Talenta Motorsport
- BCA Buka Magang Bakti 2026 untuk Lulusan SMA-S1
Artikel Terbaru
Red Flag MotoGP Catalunya: Kecelakaan Horor Marquez-Acosta
Polisi Diminta Tembak Begal di Tempat, Indonesia Darurat
BPK Tegaskan Kewenangan Hitung Kerugian Negara
Demokrat Terima Delegasi PAP, Bahas Peran Politik Wanita
Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis
Gubernur BI Didemo Anggota DPR Minta Mundur Imbas Rupiah
Tautan Sahabat
- Pengacara Bantah Okin Punya Utang ke Rachel Vennya
- Nikita Mirzani Gandeng Rieke Diah Laporkan Hakim ke KY
- Ibunda Bela Ria Ricis soal Tudingan Pengaruh Buruk
- Inara Rusli Ungkap Alasan Belum Cabut Laporan Ilegal Akses
- Ammar Zoni Kembali ke Nusakambangan, Aditya Zoni Bicara Asmara
- Ustaz Solmed Takut Sembelih Sapi Kurban Sendiri
- D'MASIV Masukkan Ciledug dalam Tur Konser 5 Negara
- Kuasa Hukum Erin Yakin Hadapi Kasus ART dan CCTV
- Fiersa Besari Minta Snack dan Buah untuk Riders Konser
- Fitri Salhuteru Sindir Rieke Diah Pitaloka Soal Kasus Nikita