Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita57933 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/4qs2srokk.html
Artikel Terkait
Periklindo Desak Insentif EV Diperluas ke Kendaraan Niaga
BeritaRencana pemerintah menggulirkan kembali insentif kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) disambut positif pelaku industri otomotif. Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menilai kepastian insentif sangat dinantikan karena dapat mendorong penjualan sekaligus meningkatkan optimisme industri kendaraan listrik di Tanah Air....
【Berita】
Baca SelengkapnyaAS Boroskan 200 Rudal THAAD untuk Lindungi Israel
BeritaSeorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Washington telah menembakkan lebih dari 200 rudal pencegat dalam serangkaian operasi pertahanan udara. Jumlah tersebut belum termasuk lebih dari 100 rudal pencegat jenis SM-3 dan SM-6 yang juga digunakan untuk memperkuat perlindungan udara sekutunya....
【Berita】
Baca SelengkapnyaMojtaba Khamenei Luka Gores Telinga, Bantah Rumor Kaki Palsu
BeritaPemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan dalam kondisi sehat sepenuhnya setelah kantor berita resmi melaporkan pemulihan total dari cedera yang dideritanya. Laporan tersebut membantah rumor yang beredar luas mengenai perlunya operasi plastik akibat luka bakar parah di wajah dan bibir....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jorge Jesus Sesumbar: Al Hilal Bangun, Al Nassr Tak Takut
- Xi Jinping Sajikan Bebek Panggang dan Bakpao Babi untuk Trump
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental Ukraina Akibat Perang
- Trump: AS Hentikan Perang Iran, Cegah Senjata Nuklir
- Al Ghazali Jadi Ayah, El Rumi: Dulu Panggil Kakak
- China vs AS: Perbandingan Mitra Dagang Terbanyak
Artikel Terbaru
Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
Israel Tangkap 5 Relawan, 4 WNI di Kapal GSF Rawan
Xi Sentil Trump: Langkah Salah Soal Taiwan Picu Konflik
Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
Kongres AS Soroti Kerugian 42 Pesawat Pentagon Lawan Iran
Tautan Sahabat
- Prakiraan Cuaca BMKG: Cerah di Sejumlah Wilayah Jabodetabek
- Wakil Ketua DPRD Minta Dinas LH Koordinasi dengan Pusat Atasi Sampah
- Polisi Pastikan Model AWS Mengarang Kisah Dibegal
- BMKG: Cerah di Jakarta, Hujan di Bogor dan Bekasi
- Begal Kebon Jeruk Ditangkap, Tiga Pelaku Masih Buron
- Pelaku Jambret WN Polandia di Menteng Ditangkap, Damai
- Ketum GRIB Jaya Dilaporkan Anak Penulis atas Dugaan Penyekapan
- HP Hilang di Flyover Jatibaru Ditemukan Pedagang
- Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Tewas Terbakar
- Bareskrim Bongkar Siasat Kode Merah Narkoba 12 Tahun