Lokasi: Kesehatan >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kesehatan89387 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/3irhpd23a.html
Artikel Terkait
Menlu Singapura dan Sugiono Bahas Krisis Energi di Jakarta
KesehatanMenteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menekankan pentingnya koordinasi erat antara Indonesia dan Singapura di tengah ketidakpastian dunia, khususnya saat menghadapi krisis global yang berdampak pada sektor energi dan ekonomi akibat konflik Timur Tengah. "Di masa-masa seperti ini, saya rasa sangat penting bagi kedua negara kita untuk saling mendukung satu sama lain dalam krisis guna memastikan terutama pada hal-hal esensial seperti energi dan ekonomi, dan agar kedua negara kita terus tetap berfungsi dan memberikan layanan bagi rakyat kita," ujar Vivian dalam pertemuan bilateral tersebut....
Baca SelengkapnyaMessi 12 Gol di MLS 2026, Tempel Ketat Puncak Top Skor
KesehatanLionel Messi kembali menunjukkan taringnya dengan membawa Inter Miami menang 2-0 atas Portland di Nu Stadium, Senin (18/5/2026) WIB. Megabintang asal Argentina itu menjadi pembeda setelah mencetak gol pada menit ke-30 dan memberikan assist untuk German Berterame pada menit ke-41....
Baca SelengkapnyaArsenal Menang 1-0, Arteta Pantau Bournemouth vs City
KesehatanArsenal tampil dominan sepanjang pertandingan di Emirates Stadium, namun The Gunners hanya mampu mencetak satu gol melalui sundulan Kai Havertz usai memanfaatkan sepak pojok Bukayo Saka pada menit ke-36. The Gunners unggul lima poin di puncak klasemen sementara atas Manchester City, namun jika City menang, Arsenal masih harus menentukan nasib mereka sendiri pada pekan terakhir saat menghadapi Crystal Palace....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kompetisi Renang Internasional Kolam Pendek Segera Digelar
- Persaingan Degradasi Liga Spanyol Makin Panas, Sevilla Terancam
- PSG Pemanasan Sempurna Setara Laga Champions, Arsenal Jadi Sasaran
- Como Siap Gebrak Eropa, Incar Kemenangan di Kandang
- WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Internasional, 131 Tewas
- Pep Guardiola Sindir Arsenal Usai Man City Juara Piala FA
Artikel Terbaru
Offroader Kalteng Borong 5 Podium di Kejurnas Seri 2
BTS, Shakira, Madonna Meriahkan Final Piala Dunia 2026
Umuh Muchtar Peringatkan Pemain Persib soal Tanda Bahaya
Al Nassr vs Al Hilal: Taruhan Gelar Cristiano Ronaldo
Bea Cukai Buka 8 Poin Soal Pemeriksaan Kartu Pokemon
Mojang Priangan dan Akademi Persib Melaju ke All-Stars Kudus
Tautan Sahabat
- Chelsea vs Manchester City Final Piala FA Penentuan Juara
- Manchester United Bidik JJ Gabriel untuk Debut Termuda
- Lille Finis Peringkat 3, Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions
- Manchester City Siap Lepas Pep Guardiola Akhir Musim
- Arrowhead Stadium Disulap FIFA untuk Piala Dunia 2026
- Messi Kalahkan Tagihan Gaji 28 Klub MLS
- Juventus Butuh Bantuan Tiga Tim untuk Lolos Liga Champions
- Mbappe Ogah Main di Santiago Bernabeu, Real Madrid Krisis
- La Familia Gugat Messi, Inter Miami Kena Imbas
- Gaji Mourinho vs Flick di La Liga, Barca Royal