Lokasi: Properti >>

DPRD DKI Minta Penanganan Begal Jakbar Tak Hanya Polisi

Properti7 Dilihat

RingkasanTingginya angka kejahatan membuat kawasan tersebut ramai dijuluki Gotham City di media sosial karena identik dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Menurut pria yang akrab disapa Bang Kent, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat harus bersama-sama membangun sistem keamanan terpadu untuk menekan angka kriminalitas jalanan....

DPRD DKI Minta Penanganan Begal Jakbar Tak Hanya Polisi

Tingginya angka kejahatan membuat kawasan tersebut ramai dijuluki Gotham City di media sosial karena identik dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Menurut pria yang akrab disapa Bang Kent, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat harus bersama-sama membangun sistem keamanan terpadu untuk menekan angka kriminalitas jalanan. "Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman ketika keluar rumah, bekerja, atau pulang pada malam hari," tambahnya.

Sebagai langkah awal, Bang Kent menginisiasi kegiatan Ngobrol Bareng Forkopimko (NGOPI) di Kantor Wali Kota. Hari ini saya mengapresiasi respons cepat Wali Kota. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan di titik-titik rawan kriminalitas, terutama ruas jalan yang minim penerangan dan pengawasan. "Karena itu saya meminta dilakukan pemetaan secara detail terhadap titik-titik rawan kriminalitas. Dengan pemetaan tersebut, aparat kepolisian bisa melakukan patroli rutin dan penjagaan ekstra pada jam-jam rawan. Kehadiran aparat di lapangan sangat penting untuk memberikan efek pencegahan," ujarnya.

Selain patroli rutin, Bang Kent juga mendorong optimalisasi teknologi pengawasan melalui pemasangan CCTV di lokasi strategis dan rawan tindak kriminal. Ia menyebut pengadaan CCTV dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta maupun BUMD melalui pemanfaatan dana CSR. “Pengadaan CCTV ini kalau mau lebih murah dan efisien bisa melalui skema sewa. Jalurnya bisa lewat CSR dari pihak-pihak yang memang ingin membantu keamanan lingkungan atau bisa juga melibatkan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Jadi kita pasang di titik-titik penting yang selama ini sering terjadi tindak kriminal," pungkasnya.

Tags:

Artikel Terkait