Lokasi: Berita >>
Beasiswa Doktoral Unpad 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
Berita38324 Dilihat
RingkasanUniversitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/suasana-di-kampus-unpad-jatinangor-sumedang-kamis-2632020.jpg)
Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad.
Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan S2 berprestasi yang memiliki motivasi akademik tinggi dan potensi penelitian yang kuat. Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas pembiayaan, sehingga mahasiswa diharapkan dapat fokus menyelesaikan studi doktoral tepat waktu dan menghasilkan riset berkualitas. Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi calon pendaftar antara lain: Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA), serta memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran (PIP Unpad) dengan nilai minimal 525 yang masih berlaku.
Sebagai alternatif, calon pendaftar juga dapat menggunakan sertifikat Tes Potensi Akademik (TPA) dari institusi penyelenggara resmi lainnya yang diakui Unpad, seperti PLTI Himpsi, UGM, UNAIR, UI, atau BAPPENAS. Dengan dukungan pembiayaan penuh dan bimbingan dari para promotor unggul, program BPDP diharapkan dapat mencetak doktor-doktor berkualitas yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/323dow0dx.html
Sebelumnya: 6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
Berikutnya: Apple Batal Hadirkan Touch ID di Apple Watch
Artikel Terkait
WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental Ukraina Akibat Perang
BeritaPresiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendatangi langsung lokasi serangan dan meletakkan mawar merah di reruntuhan gedung pada hari ke-1. 543 perang Rusia-Ukraina, Sabtu (16/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaSPMB Surabaya 2026 Jenjang TK Tanpa Tes Akademik
BeritaPemerintah Kota Surabaya membuka penerimaan SPMB Kota Surabaya 2026 untuk jenjang TK dengan menyediakan kuota jalur reguler dan jalur inklusi bagi kelompok usia tertentu. Kebijakan ini diumumkan melalui laman resmi sebagai upaya pemerataan akses pendidikan sejak dini di ibu kota Provinsi Jawa Timur tersebut....
【Berita】
Baca SelengkapnyaJadwal SPMB Tangsel 2026 TK SD SMP Mulai Akhir Mei
BeritaPendaftaran seleksi pertama untuk jenjang TK dibuka pada 25-26 Mei 2026, dilanjutkan tingkat SD pada 8-19 Juni 2026. Informasi ini dikutip dari unggahan akun Instagram resmi @dikbudtangsel yang merilis jadwal lengkap SPMB TK, SD, dan SMP Negeri Tangsel 2026....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Ginting Akui Lambat Antisipasi Strategi Lawan di Thailand Open
Jadwal SPMB Tangsel 2026 TK SD SMP Dimulai Akhir Mei
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Jadwal SPMB Bekasi 2026 Dibuka 18 Mei untuk SD-SMP
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dan Kunci Jawaban
Tautan Sahabat
- Gedung Parlemen Filipina Diberondong Tembakan
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental Ukraina Akibat Perang
- Drone Hizbullah Hambat 70 Persen Serangan Israel di Lebanon
- Israel Sita 40 Kapal Global Sumud Flotilla, 300 Aktivis Ditahan
- Polisi Tokyo Tangkap Eks Bos MTU Jepang Kasus Rp170 Miliar
- Rusia Hujani Ukraina dengan 3.170 Drone dalam Sepekan
- Trump Tunda Serang Iran Atas Permintaan Qatar, Saudi, UEA
- Peretas Susupi Sistem Bahan Bakar AS, Iran Didalangi
- Kecelakaan Kereta dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
- WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Internasional, 131 Tewas