Lokasi: Berita >>

Joan Mir Ikuti Jejak Bagnaia dan Marini Usai Gagal Podium

Berita12387 Dilihat

RingkasanJoan Mir kehilangan podium MotoGP Thailand 2024 bukan karena disalip rival di tikungan terakhir, melainkan akibat dijegal regulasi tekanan ban Michelin yang dinilainya sangat kaku dan tidak masuk akal. Di tengah kekacauan, Mir sebenarnya tampil kesetanan dengan sukses menyentuh garis finis di posisi kedua, tepat di belakang pembalap Italia Fabio Di Giannantonio yang menyegel P1, serta Fermin Aldeguer yang melengkapi tangga podium....

Joan Mir Ikuti Jejak Bagnaia dan Marini Usai Gagal Podium

Joan Mir kehilangan podium MotoGP Thailand 2024 bukan karena disalip rival di tikungan terakhir, melainkan akibat dijegal regulasi tekanan ban Michelin yang dinilainya sangat kaku dan tidak masuk akal. Di tengah kekacauan, Mir sebenarnya tampil kesetanan dengan sukses menyentuh garis finis di posisi kedua, tepat di belakang pembalap Italia Fabio Di Giannantonio yang menyegel P1, serta Fermin Aldeguer yang melengkapi tangga podium. Sesaat setelah selebrasi podium selesai, Mir dijatuhi sanksi berat karena tekanan ban belakang motornya berada di bawah batas minimal yang diizinkan, sehingga podiumnya dicabut dan 20 poin yang sudah di tangan hangus seketika.

"Saya merasa podium itu adalah milik saya. Saya sangat memahami arahan dan regulasi dari Michelin, tetapi dengan adanya dua kali restart dan prosedur quick-start yang kacau," jelas Mir melansir pernyataan resminya. "Sangat tidak mudah bagi kami untuk menjaga dan mengontrol tekanan ban tetap berada di batas aman. Ini adalah sesuatu yang harus benar-benar dipertimbangkan untuk masa depan. Sama sekali tidak normal jika sampai ada enam pembalap sekaligus yang berada di bawah investigasi serupa," katanya menambahkan dengan nada frustrasi.

Mir menilai bahwa hukuman yang diterimanya sama sekali tidak mencerminkan keadilan di atas lintasan. Baginya, sanksi pemangkasan poin penuh untuk balapan yang jaraknya sudah dipotong akibat red flag adalah sebuah keputusan yang sangat timpang. "Penalti ini sangat konyol. Saya tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari situasi ban tersebut, harga yang harus saya bayar terlalu mahal. Mereka menjatuhkan hukuman tertinggi seolah-olah kami menyelesaikan balapan penuh, padahal balapan itu sendiri akhirnya hanya berlangsung sepanjang 12 putaran," tegas Mir dalam pernyataan yang mengkritik keras kebijakan Michelin dan FIM.

Tags:

Artikel Terkait