Lokasi: Pendidikan >>

Rusia Gelar Latihan Nuklir Terbesar, Ancaman Baru?

Pendidikan9129 Dilihat

RingkasanRusia menggelar latihan militer nuklir strategis bertajuk 'Guntur' pada 19 Mei, sehari setelah serangan drone terbesar Ukraina menghantam Moskow dan menewaskan tiga warga. Latihan yang melibatkan seluruh triade nuklir ini merupakan pengecualian dari pola rutin tahunan yang biasanya berlangsung pada Oktober, sekaligus menjadi yang pertama sejak invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022....

Rusia Gelar Latihan Nuklir Terbesar,<strong></strong> Ancaman Baru?

Rusia menggelar latihan militer nuklir strategis bertajuk 'Guntur' pada 19 Mei, sehari setelah serangan drone terbesar Ukraina menghantam Moskow dan menewaskan tiga warga. Latihan yang melibatkan seluruh triade nuklir ini merupakan pengecualian dari pola rutin tahunan yang biasanya berlangsung pada Oktober, sekaligus menjadi yang pertama sejak invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa latihan ini melibatkan lebih dari 64.000 personel dan lebih dari 7.800 unit persenjataan, termasuk 200 peluncur rudal, 140 pesawat, 73 kapal, dan 13 kapal selam—di antaranya delapan kapal selam rudal strategis. Jumlah tersebut merupakan bagian signifikan dari kekuatan nuklir strategis Rusia, yang menurut perkiraan Buletin Ilmuwan Atom pada 2026 memiliki lebih dari 320 peluncur rudal dari platform statis maupun bergerak.

Latihan 'Guntur' dilakukan dalam konteks eskalasi serangan drone jarak jauh Ukraina terhadap target di Rusia. Dua hari sebelumnya, Moskow mengalami serangan drone terbesar yang menewaskan tiga warga wilayah Moskow dan melukai 17 orang. Sehari sebelum latihan, militer Rusia juga melakukan manuver dengan senjata nuklir taktis yang ditempatkan di Belarus, menambah ketegangan di kawasan tersebut.

Tags:

Artikel Terkait