Lokasi: Teknologi >>

Dolar Menguat, Harga Suku Cadang Otomotif Naik 20 Persen

Teknologi6 Dilihat

RingkasanKoko Chandra, pemilik PT Oto Citra Sentosa, distributor suku cadang kendaraan roda empat berbagai merek di Indonesia, mengakui tren penjualan suku cadang jenis fast moving terus meningkat saat ditemui Tribunnews di pameran INAPA 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Koko Chandra mengatakan, perusahaannya memasok beragam suku cadang terutama jenis fast moving melalui jaringan bengkel resmi, parts shop, perusahaan pemilik fleet di industri transportasi, asuransi, hingga konsumen ritel....

Dolar Menguat,<strong></strong> Harga Suku Cadang Otomotif Naik 20 Persen

Koko Chandra, pemilik PT Oto Citra Sentosa, distributor suku cadang kendaraan roda empat berbagai merek di Indonesia, mengakui tren penjualan suku cadang jenis fast moving terus meningkat saat ditemui Tribunnews di pameran INAPA 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Koko Chandra mengatakan, perusahaannya memasok beragam suku cadang terutama jenis fast moving melalui jaringan bengkel resmi, parts shop, perusahaan pemilik fleet di industri transportasi, asuransi, hingga konsumen ritel. Jenis suku cadang fast moving dengan permintaan tinggi meliputi kampas rem, komponen kaki kaki, ball joint, tierod, gasket, dan cylinder head. "Kita banyak pasok juga ke konsumen fleet seperti ke perusahaan rental kendaraan, industri tambang, serta perusahaan logistik. Saat ini penjualan terbesar dari parts shop," ungkap Koko Chandra. Selain komponen fast moving, pihaknya juga memasok komponen mesin, body parts, dan komponen lain untuk kendaraan merek Jepang seperti Toyota, Suzuki, Honda, Daihatsu, Mitsubishi, serta parts untuk merek Korea seperti Hyundai dan KIA. "Kita memasok juga produk original equipment manufacturer (OEM) dan genuine parts serta wholesale supply," sebutnya.

Menanggapi tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS, Koko Chandra menyebut hal itu berdampak langsung pada perkembangan harga parts yang dipasarkan. "Kalau dolar AS naik, harga suku cadang kita juga mengalami penyesuaian, rata-rata 10 sampai 20 persen," sebutnya. Dia menambahkan, salah satu tantangan utama di bisnis suku cadang adalah mengantisipasi peredaran produk palsu. "Produk palsu masih kita temukan banyak beredar. Cara membedakannya dengan yang asli bisa dari kualitas produk, kualitas kemasan, bisa juga dari bobot suku cadang," sebutnya.

Tags:

Artikel Terkait